31 C
Sidoarjo
Wednesday, April 1, 2026
spot_img

Hadapi Dampak Konflik Global, ASPADIN Jatim Serukan Implementasi Ekonomi Pancasila

Jombang, Bhirawa
Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat – Israel dengan Iran yang kian memanas memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas ekonomi nasional. Menanggapi situasi tersebut, Raden Mas Kuswartono, S.E., M.Si., selaku Ketua DPD Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) Jawa Timur (Jatim) sekaligus Management Representative PT Maan Ghodaqo Shiddiq Lestari, memberikan pernyataan strategis terkait masa depan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).

Dalam penyampaiannya di Situs Ndalem Pojok Persada Soekarno Kediri, tokoh yang juga aktif dalam pelestarian sejarah ini menegaskan bahwa industri AMDK saat ini berada di titik krusial.

Konflik Timur Tengah telah memicu kenaikan harga resin plastik (PET/PP) hingga 35-45 persen serta membengkaknya biaya logistik akibat fluktuasi harga energi global.

Kuswartono menekankan bahwa solusi atas krisis ini tidak boleh hanya bersandar pada hitungan profit semata.

“Pemerintah harus memahami amanat UUD 1945. Ekonomi kita bukan kapitalis yang mengejar materi, bukan pula komunis. Kita menganut sistem ekonomi Pancasila yang menempatkan nilai ketuhanan dan kemanusiaan di atas segalanya,” tegas Kuswartono, Senin (30/03).

Menurutnya, kedaulatan ekonomi harus terus ditingkatkan agar rakyat Indonesia tidak hanya menjadi penonton, tetapi benar-benar menikmati dan mensyukuri kekayaan alamnya sendiri, terutama dalam akses air minum.

Untuk menjaga keberlangsungan industri (survival), Kuswartono memaparkan tiga langkah kunci bagi para pelaku usaha:

  1. Akselerasi Ekonomi Sirkular: Mempercepat penggunaan material daur ulang (food grade) untuk memutus ketergantungan pada bahan baku impor.
  2. Optimasi Distribusi: Melakukan efisiensi jalur logistik secara radikal guna menekan pemborosan energi.
  3. Diversifikasi Produk: Fokus pada kemasan yang lebih efisien guna menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat luas.
Berita Terkait :  Kunjungan Kerja Gubernur Khofifah ke Probolinggo, Salurkan Rp 10 Miliar Bantuan dan Tinjau Pembangunan Bronjong Kalibuntu

Di sisi lain, Kuswartono mendesak pemerintah untuk hadir secara nyata melalui intervensi kebijakan yang berpihak pada rakyat:

  • Stabilitas pasokan dan insentif: Menjamin ketersediaan energi dan memberikan keringanan pajak bagi industri yang menyentuh hajat hidup orang banyak.
  • Penyederhanaan birokrasi:
    Memperkuat implementasi OSS dan SIInas serta pendampingan SNI agar UMKM dan industri besar memiliki daya saing yang lincah di masa krisis.

Mengakhiri pernyataannya, Kuswartono mengingatkan bahwa keberhasilan menghadapi dampak perang global tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi, melainkan dari terjaganya nilai-nilai kemanusiaan.

“Dengan menyeimbangkan efisiensi industri dan tanggung jawab sosial, kita menjalankan amanat konstitusi,” ujar Kuswartono.

“Inilah esensi kemerdekaan ekonomi, di mana rakyat bisa merasakan kehadiran negara dalam setiap tetes air yang mereka konsumsi sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa,” pungkas Kuswartono.(rif.hel).

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!