31 C
Sidoarjo
Friday, March 27, 2026
spot_img

Jelang Lebaran Ketupat, Warga Sumenep Berebut Orong Ketupat

Sumenep, Bhirawa

Menjelang perayaan Lebaran Ketupat yang jatuh pada Sabtu (28/03) warga di Sumenep mulai disibukkan dengan persiapan tradisi tahunan tersebut. Salah satu yang paling terlihat adalah meningkatnya permintaan terhadap orong ketupat atau janur yang digunakan untuk membuat anyaman ketupat.

Di sejumlah pasar tradisional, warga tampak antre dan bahkan berebut mendapatkan orong ketupat. Ketersediaan yang terbatas dibandingkan tingginya permintaan membuat harga janur mengalami kenaikan.

Sebty, warga Marengan, mengaku harus datang lebih awal ke pasar agar tidak kehabisan.

“Kalau datang siang biasanya sudah habis. Sekarang harus lebih pagi karena banyak yang cari,” kata Sebty, Jumat (27/03).

Menurutnya, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang tidak bisa dilewatkan. Selain sebagai bagian dari budaya, ketupat juga menjadi hidangan wajib yang disajikan bersama keluarga.

“Warga Sumenep memang selalu membuat ketupat saat lebaran ketupat,” ujarnya.

Para pedagang pun memanfaatkan momentum ini dengan menambah pasokan, meskipun tidak selalu mampu memenuhi lonjakan permintaan. Kondisi ini menjadi fenomena rutin setiap tahun menjelang Lebaran Ketupat di wilayah Sumenep.

“Harganya pun beragam, antara Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu per 10 orong ketupat,” paparnya.

Lebaran Ketupat sendiri merupakan tradisi yang dirayakan sepekan setelah Hari Raya Idulfitri, sebagai bentuk ungkapan syukur sekaligus ajang silaturahmi masyarakat. [sul.kt]

Berita Terkait :  Kesiapan Pemkot Batu Sebagai Agen Pemasaran Dukung Meningkatnya Ekonomi Lokal

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!