Jakarta, Bhirawa
Director of Security and Defense Indonesia South-South Foundation (ISSF) Fathira Salsabila mengayakan bahwa Indonesia memiliki legitimasi moral dan diplomatik dalam mendorong penyelesaian konflik secara damai.
Menurut dia, Indonesia juga memiliki relevansi peran dalam diplomasi perdamaian global.
“Termasuk melalui pendekatan two-state solution yang juga kerap disampaikan dalam berbagai forum internasional,” kata Fathira dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Selasa.
Dalam hal itu, Board of Advisor Indonesia South-South Foundation (ISSF) Khairy Fuady menilai bahwa kemunculan Board of Peace adalah upaya untuk memperkuat tata kelola perdamaian global di tengah dinamika geopolitik internasional yang semakin kompleks.
“Kehadiran Board of Peace perlu dilihat sebagai bagian dari upaya kolektif masyarakat internasional dalam mencari pendekatan baru guna menjaga stabilitas dan perdamaian dunia,” kata Khairy.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia South-South Foundation (ISSF) Akbar Azmi Hardjasasmita, menekankan pentingnya kejelasan mekanisme serta kewenangan lembaga tersebut, terutama setelah pengakuannya melalui United Nations Security Council Resolution 2803.
“Ke depan, efektivitas Board of Peace akan sangat ditentukan oleh kejelasan struktur kelembagaan serta dukungan negara-negara anggota,” katanya.
Dalam konteks yang lebih luas, menurut dia, keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace dipandang sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa proses rekonstruksi Gaza tetap mengarah pada solusi dua negara, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan dan dinamika politik internasional. [ant.kt]


