27 C
Sidoarjo
Sunday, February 22, 2026
spot_img

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan, Mas Adi Ajak Jajarannya Terus Berinovasi di Tengah Impitan Fiskal

Pasuruan, Bhirawa

Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan memperingati satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota, H Adi Wibowo dan Wakil Wali Kota Pasuruan dengan cara yang sederhana. 

Di sela ibadah salat tarawih di Masjid Khas Kota Pasuruan, Jumat (20/2) malam, refleksi setahun pemerintahan itu menjadi momentum untuk memetakan tantangan pembangunan di tengah keterbatasan anggaran negara.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyampaikan bahwa perjalanan satu tahun ini merupakan langkah awal dari perjalanan panjang lima tahun mandat politik yang ia emban.

Namun, ia tak memungkiri dengan dinamika ekonomi global dan nasional yang memberikan dampak langsung pada postur anggaran di tingkat daerah.

“Alhamdulillah, saya bersama Pak Wawali sudah menapaki satu tahun pemerintahan. Kami berharap bisa menjadi orang tua yang baik bagi keluarga besar Kota Pasuruan untuk menuju masa depan yang lebih cerah,” ujar Mas Adi sapaan akrabnya di hadapan jajaran sekretaris daerah, kepala perangkat daerah, hingga tingkat lurah.

Terkait sinkronisasi, antara perencanaan teknokratis dan ketersediaan anggaran menjadi sorotan utama dalam refleksi tersebut. 

Mas Adi menjelaskan meski Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) telah disusun secara aspiratif, realitas di lapangan memaksa pemerintah daerah untuk lebih lincah (agile) dalam bermanuver.

Penurunan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dan dana bagi hasil dari pemerintah pusat menjadi tantangan nyata. Hal ini ditambah dengan residu dampak ekonomi pasca pandemi yang belum sepenuhnya pulih.

Berita Terkait :  Arif Fathoni Kembali Raih Penghargaan Tokoh Politik Inspiratif

“Perencanaan yang baik harus diimbangi dengan anggaran yang memadai. Ini menjadi tantangan bagi kita semua. Namun, keterbatasan bukan alasan untuk mundur, melainkan energi untuk terus berinovasi,” tegas Mas Adi.

Menghadapi ruang fiskal yang sempit, Pemkot Pasuruan memilih jalur kolaborasi lintas sektor. 

Mas Adi mencontohkan pembangunan Masjid Khas Kota Pasuruan yang berhasil terwujud berkat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pola jemput bola ke pemerintah pusat maupun provinsi kini menjadi strategi utama untuk menambal celah pembiayaan pembangunan daerah.

Tak hanya isu lokal, Mas Adi menegaskan arah pembangunan Kota Pasuruan tetap selaras dengan kebijakan strategis nasional. 

Sejumlah program yang mulai diintegrasikan ke dalam kebijakan daerah antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk penguatan sumber daya manusia.

Lalu, Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat sebagai motor ekonomi kerakyatan. Kemudian, Cek Kesehatan Gratis yang terintegrasi dalam sistem layanan publik.

Di akhir refleksinya, Mas Adi kembali memantapkan komitmen mewujudkan visi Kota Pasuruan yang ‘Anugrah’, yakni akronim dari aktif layanan publiknya, mandiri ekonominya, guyub warganya dan indah kotanya.

Bagi Mas Adi, pembangunan bukanlah kerja instan, melainkan proses maraton yang membutuhkan napas panjang dan solidaritas dari seluruh jajaran birokrasi. 

Mulai dari tingkat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kelurahan.

“Keterbatasan yang ada bukan penanda untuk surut. Justru ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus berjuang demi Kota Pasuruan yang lebih baik,” kata Mas Adi.n [hil.dre]

Berita Terkait :  Ketua TP PKK Bojonegoro Tekankan Prioritas Penurunan Stunting dan Kemiskinan

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru