28 C
Sidoarjo
Friday, February 13, 2026
spot_img

Dukung Desa Bersinar Jatim, Lia Istifhama: Pencegahan Narkoba Kunci Menjaga Generasi Emas

Surabaya, Bhirawa

 Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang ditetapkan sebagai role model gerakan Desa Bersinar (Bersih Narkoba). Menurutnya, gerakan tersebut sangat strategis untuk diimplementasikan secara masif, mengingat besarnya jumlah penduduk di Jawa Timur.

 Lia menilai, penguatan bangsa yang bebas dari narkoba tidak dapat dilepaskan dari peran generasi muda. Terlebih, Indonesia saat ini tengah mempersiapkan diri menyongsong visi Indonesia Emas. “Kita berbicara tentang keberlanjutan generasi bangsa. Alhamdulillah, BNN RI menunjuk Jawa Timur sebagai provinsi role model gerakan BERSINAR. Ini merupakan bentuk penghargaan atas kinerja Gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam upaya pencegahan dan penanganan narkoba di wilayah Jawa Timur,” ujarnya usai menghadiri kegiatan Akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia melalui Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar) dan Deklarasi Anti Narkoba di Balai Pemuda, Jumat (13/2).

 Politisi asal Surabaya tersebut juga mengapresiasi peran Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang memberikan dukungan kepada Jawa Timur dalam penguatan program Desa Tangguh Anti Narkoba.

 Selain itu, ia turut menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas perhatian serius terhadap masa depan generasi bangsa. Perhatian tersebut diwujudkan melalui penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkotika (IKAN) ke dalam mata pelajaran mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.

Berita Terkait :  Pj Bupati Madiun Lepas Dua Keluarga Bertransmigrasi ke Sulawesi

 “Materi-materi ini dikemas sebagai edukasi agar anak-anak sejak dini mengenal bahaya narkoba yang merugikan kehidupan mereka. Langkah ini sangat baik karena pencegahan dilakukan sejak awal,” pungkasnya.

 Sementara itu dalam sebuah kesempatan, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menilai kolaborasi menjadi kunci karena Jawa Timur memiliki 8.494 desa, terbanyak di Indonesia.

 “Kalau desa-desa di Jawa Timur bebas dari narkoba, insyaallah Jawa Timur juga akan bebas dari narkoba. Ini bukan sekadar deklarasi, tetapi harus diikuti langkah nyata dan keberanian melawan peredaran narkoba,” ujarnya. ina.wwn

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru