Kota Batu, Bhirawa
Pemkot Batu berkomitmen untuk mengembangkan sektor pertanian yang merupakan mata pencaharian utama warga di kota ini. Hal ini ditegaskan Wali Kota Batu, Nurochman usai mengadakan pertemuan dengan delegasi Shimonoseki City University dari Jepang. Pertemuan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat kolaborasi internasional dalam pengembangan sektor pertanian Kota Batu yang adaptif, terintegrasi, dan berorientasi pasar.
Nurochman menegaskan bahwa kerja sama yang terjalin dengan pergurian tinggibdi Jepang ini harus menghasilkan langkah konkret dan manfaat nyata bagi Petani Kota Batu serta perekonomian daerah ini. “Dan untuk merealisasikannya, Pemerintah Kota Batu menerima tawaran kolaborasi tersebut secara terbuka,” ujarnya, Kamis (12/2).
Untuk itu pemkot meminta adanya kejelasan kebutuhan lahan, sumber daya, serta skema pendanaan, termasuk peluang investasi dari pihak mitra. Adapun dalam pemaparan balik, pihak Shimonoseki City University juga telah menyatakan komitmen untuk membantu pengembangan sektor pertanian Kota Batu.
Hal ini akan dilakukan melalui tiga proyek utama yang ditawarkan, yaitu, penyusunan kajian visi pertanian 2050, penguatan kelembagaan pertanian, serta pengembangan budidaya salmon dan stroberi premium asal Jepang. Hal ini dilakukan dengan pendekatan industrialisasi agroindustri berbasis pasar atau marketing-driven yang menyesuaikan target produksi berdasarkan data kunjungan wisatawan.
“Kami menyambut baik tawaran kerja sama ini. Namun implementasinya harus jelas, terukur, dan dikerjakan bersama agar benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan petani dan kemajuan sektor pertanian Kota Batu,” jelas Nurochman.
Secara finansial, lanjutnya, program korja sama pengembangan pertanian ini Pemkot Batu menargetkan nilai pasar hingga Rp300 miliar pada 2050. Hal ini dengan kebutuhan investasi awal sekitar Rp13 miliar dalam tiga tahun pertama dimana akan diimplementasikan melalui lima pilar COOSAE.
“Kelima pilar COOSAR ini mencakup penjualan dan pembelian bersama, dukungan produksi berbasis data dan QR berkode ‘Batu Quality’, pengolahan bernilai tambah, serta kemitraan keuangan dan asuransi bagi petani,” papar Cak Nur, panggilan akrab Nurochman.
Diketahui, saat melakukan pertemuan dengan Shimonoseki City University, Cak Nur didampingi oleh jajaran Kepala SKPD Pemkot Batu. Adapun dari pihak delegasi Shimonoseki City Universityserta dipimpin Prof Izuka, perwakilan SE Assist Co. Ltd oleh Ryuga Nakanishi. Selain itu juga ikut dalam pertemuan tersebut beberapa akademisi Universitas Muhammadiyah Malang. [nas.wwn]

