Kediri, Bhirawa
Menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Tridharma di Kota Kediri menggelar ritual tahunan pensucian rupang atau patung suci dewa-dewi serta altar di Klenteng Tjoe Hwie Kiong, Rabu (11/2). Tradisi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian persiapan spiritual menjelang pergantian tahun baru lunar.
Dalam prosesi tersebut, puluhan rupang dari 17 altar dibersihkan secara bergiliran. Salah satu rupang yang menarik perhatian adalah patung Makco yang telah berusia lebih dari dua abad. Pembersihan dilakukan dengan penuh kehati-hatian menggunakan kuas sebelum akhirnya dimandikan dengan air kembang.
Ketua Yayasan Klenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri, Prayitno Sutikno, mengatakan ritual ini dilaksanakan setahun sekali sebagai wujud bakti, rasa syukur, sekaligus upaya penyucian lahir dan batin umat.
“Bersih-bersih altar dan rupang hanya dilakukan menjelang Tahun Baru Imlek. Ini merupakan bentuk penghormatan kepada para dewa sekaligus sarana mensucikan tempat ibadah,” terangnya.
Prosesi diawali dengan sembahyang song seng, yakni ritual untuk mengantarkan para dewa ke kayangan. Menurut Prayitno, pada momen tersebut, patung-patung dewa diyakini dalam keadaan kosong sehingga dapat dibersihkan.
“Sebelum Imlek, para dewa naik ke nirwana. Saat itulah rupang harus disucikan agar ketika kembali, mereka menempati patung yang sudah bersih,” jelas Prayitno.
Selain mempersiapkan tempat ibadah, ritual ini juga menjadi sarana penyucian diri bagi umat. Peserta diwajibkan menjalani puasa tanpa mengonsumsi daging serta menjaga perilaku selama sedikitnya tiga hari sebelum prosesi berlangsung. “Puasa dilakukan agar hati dan pikiran benar-benar bersih sehingga prosesi dapat berjalan khidmat dan lancar,” ujarnya.
Ritual ini disambut antusias oleh umat Tionghoa di Kediri. Mereka meyakini, keterlibatan dalam prosesi pensucian akan membawa keberkahan, keselamatan, serta kelancaran rezeki di tahun yang baru.
Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang merupakan salah satu klenteng tertua di Kota Kediri ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan umat Tridharma. Setiap menjelang Imlek, kawasan klenteng selalu ramai oleh warga yang datang untuk bersembahyang, memasang lampion, serta memanjatkan doa.
Melalui rangkaian ritual ini, umat berharap dapat menyambut Tahun Baru Imlek 2577 dengan penuh kedamaian, harapan baru, dan semangat kebajikan. [van.wwn]

