27 C
Sidoarjo
Tuesday, February 10, 2026
spot_img

Peternakan dan Belasan Ribu Ayam Kota Batu Hangus Dilalap si Jago Merah

Petugas Damkarmat saat melakukan pembasahan untuk memastikan tidak ada api menyala dalam kebakaran peternakan ayam di Desa Oro Orp Ombo, Kota Batu, Selasa (10/2).

Kota Batu, Bhirawa
Disaat banyak warga masih terlelap, kebakaran hebat terjadi di Dusun Dresel, Desa Oro Oro Ombo, Kecamatan/ Kota Batu, Selasa (10/2) pagi (04.00 WIB), Sebuah peternakan ayam milik Sucipto yang berlokasi di Jl Raya Jalibar dusun tersebut terbakar hingga nyala api membumbung tinggi dan terlihat dari kejauhan. Akibatnya, kandang dan belasan ribu ayam hangus terbakar hingga korban mengalami kerugian ratusan juta Rupiah.

“Di dalam kandang ada total sekitar 45.000 ekor ayam. Dari jumlah tersebut sekitar 30.000 ekor berhasil diselamatkan, sedangkan sekitar 15.000 ekor ikut hangus terbakar,” ujar Otto Sugianto, pelapor sekaligus anak pemilik peternakan ayam yang terbakar, Selasa (10/2).

Ia menjelaskan dalam peternakan ayam milik ayahnya memiliki enam buah kandang besar. Dari jumlah kandang tersebut, tiga di antaranya ikut hangus terbakar bersama ayam yang ada di dalamnya.

Sementara, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Batu, Agung Sedayu mengatakan bahwa laporan kebakaran peternakan ayam ini diterima dari pelapor, Otto Sugianto pada pukul 04.00 WIB. Dan saat itu juga pihaknya memberangkatkan 7 unit armada pemadam. Ikut dalam armada tersebut sebanyak 14 personel Regu Yudha, 7 personel Regu Brama.

Berita Terkait :  Kompetisi Ketat, Unair Umumkan 770 Siswa Raih Nominasi Golden Ticket

Sekitar 3 jam petugas harus berjibaku memadamkan api. Mereka juga melakukan isolasi terhadap kandang yang belum terbakar agar api tak semakin merembet ke titik lain. Akhirnya, sekitar pukul 07.00 WIB api bisa dijinakkan.

“Kemudian kita melakukan pembasahan untuk memastikan sudah tidak ada titik api dan dilanjutkan dengan investigasi. Pada pukul 07.20 WIB kondisi di tempat kejadian kebakaran dinyatakan sudah aman,” jelas Agung.

Dalam penyelidikan yang dilakukan Damkarmat, diduga terjadi kebocoran pada gas pemanas atau oven. Alat ini berfungsi sebagai penghangat ayam dimana posisinya berada di sisi pojok kandang sebelah utara.

Akibat kebocoran ini menyebabkan ledakan tabung gas pemanas di dalam kandang tersebut. Hal ini menyebabkan api berkobar sangat cepat.

Tujuh penjaga kandang yang ada di lokasi nampak kesulitan memadamkan api secara mandiri. Api yang mulai tak terkendali membuat mereka akhirnya melapor ke Damkarmat Kota Batu.

Sehari sebelumnya, Senin (9/2), BPBD Kota Batu juga menerima laporan musibah bencana alam yang terjadi di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kota ini menyebabkan terjadinya tanah longsor tepatnya di Jl Raya Gangsiran Wetan.

“Tanah longsor dipicu adanya peningkatan debit air di saluran drainase sehingga aliran air menggerus plengsengan teknis pada jembatan penghubung. Akibatnya, plengsengan mengalami keretakan dan akhirnya ambrol,” ujar Suwowo, Plt Kalaksa BPBD Kota Batu.

Berita Terkait :  PGN Pastikan Ketersediaan Gas Selama Libur Idulfitri 2025 dengan Satgas Khusus

Ia menjelaskan bahwa plengsengan yang ambrol terjadi pada bagian sisi jembatan penghubung yang ada di desa tersebut. Adapun titik longsor ini memiliki panjang 5 meter, tinggi 4 meter, dan lebar 1 meter.

Akibat tanah longsor yang menyebabkan plengsengan ambrol, kini kondisi jembatan penghubung yang ada di atasnya menjadi rawan putus. Hal ini membuat aktivitas warga menjadi terganggu.

“Jembatan penghubung rawan putus ini haris diwaspadai semua pengguna jalan. Dan BPBD merekomendasikan untuk dilakukan perbaikan kembali plengsengan teknis yang ambrol oleh dinas terkait,” tandas Suwoko.(nas.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru