Gresik, Bhirawa
Keluhkan warga setiap hujan airnya sering meluap, dan mengikis tanah sekitar di takutkan longsor berdampak pada pemukiman warga. Kepala Kelurahan Sidomoro Gresik, bersama perwakilan Petrokimia Gresik dari tim survey juga ketua RW. Sidak saluran drainase di Jalan Panglima Sudirman, atau rel kereta api arah ke barat milik aset Petrokimia.
Menurut Kepala Kelurahan Sidomoro Kecamatan Kebomas, Jhonis Wahyu Basuki mengatakan, bahwa setiap hujan turun air dari saluran tersebut meluap ke kanan dan kiri hingga mengikis tanah. Dampaknya, bangunan warga di sisi selatan dikhawatirkan semakin miring karena tanah terus tergerus air.
” Kita sidak berdasarkan aduan warga RW Sidomoro, karena saluran air yang rusak dan masih merupakan milik Petrokimia Gresik. Namun kondisi drainasenya, sangat memprihatinkan dan juga sebagai jalan alternatif bagi warga.”ujarnya.
Ditambahkan Jhonis Wahyu Basuki, dengan kondisi ini berharap segera ditindaklanjuti dengan normalisasi saluran. Agar aliran air tidak meluber dan bisa langsung mengalir ke sungai, dan perbaikan segera dilakukan supaya kerusakan tidak semakin parah. Sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, utamanya bagi permukiman di sekitar lokasi.
Ketua RW 03 Sidomoro Boiman mengatakan, untuk panjang saluran drainase yang rusak sekitar 25 meter. Saluran tersebut dibangun pada tahun 2014, dan mulai mengalami kerusakan sejak sekitar tahun 2018 atau sebelum pandemi Covid-19. Dan kerusakan baru benar-benar terjadi, dalam dua tahun terakhir.

“Jika dibiarkan dampaknya pasti ke warga, apalagi U-Ditch rigitya sekitar satu meter. Bila dibiarkan dua tahun lagi, airnya bisa benar-benar meluber ke bangunan warga, tidak segera ditangani kerusakan bisa semakin meluas dan membahayakan lingkungan sekitar.”keluhnya.
Perwakilan Petrokimia Gresik dari tim survey Willy mengatakan, bahwa lokasi tersebut masih merupakan aset milik Petrokimia Gresik. Perusahaan masih melakukan evaluasi untuk menentukan tindak lanjut, serta siapa bagian internal yang akan mengerjakan perbaikan tersebut.
“Msih menentukan evaluasinya, dan siapa yang akan mengerjakan di internal Petrokimia Gresik. Karena ini masih aset milik Petro,”pungkasnya.[kim.ca]

