24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Dorong Inovasi Nasional, ITS Fokus Riset Energi, Pangan, dan Kendaraan Listrik untuk Masyarakat


Surabaya, Bhirawa
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya memperkuat arah riset yang berdampak langsung bagi masyarakat dengan mengebangkan berbagai inovasi.

Fokus utama pada bidang energi, pangan (food), teknologi informasi dan komunikasi (ICT), serta air (water), dan ITS tetap konsisten mengembangkan riset kendaraan listrik yang selama ini menjadi salah satu identitas kampus teknologi tersebut, Rabu (4/2).

Rektor ITS, Prof. Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., mengukapkan pengembangan kendaraan listrik menjadi perhatian besar, terutama pada lingkungan bidang otomotif, saat ini ITS mendapat mandat khusus dari Menteri Pertanian (Mentan) untuk mendukung mekanisasi pertanian.

“Salah satu diminta oleh Pak Mentan adalah traktor yang bisa digunakan di tanah gambut, ini sebenarnya sudah ada versi mesinnya, dan sekarang sedang kita ubah menggunakan sistem elektrik,” jelasnya.

Lanjut Prof. Bambang menjelaskan bahwa prototipe traktor listrik saat ini masih dalam tahap proses penyempurnaan dan pengujian, hasilnya akan disampaikan kepada Menteri Pertanian sebagai bentuk dukungan ITS terhadap program mekanisasi pertanian nasional, serta selain traktor listrik, kampus juga mendapat tiga pekerjaan rumah (PR) dari Menteri Pertanian, yakni pengembangan alat penanam benih padi, serta teknologi pemanjat pohon kelapa agar proses panen dapat dilakukan dengan lebih aman dan efisien.

“Kita support mekanisasi pertanian karena menjadi PR besar, sehingga sudah menjadi kewajiban kami untuk mendukung program-program Pak Mentan,” ujarnya.

Berita Terkait :  Semakin Ketat, Pemkab Tulungagung Optimis Raih Penghargaan Piala Adipura Tahun 2025

Prof. Bambang mengatakan keterkaitan link and match antara riset kampus dan dunia usaha dunia industri (DUDI), menilai kondisinya semakin baik, ini tidak lepas dari dukungan program pemerintah, salah satunya melalui skema Kedaireka atau dana padanan.

“Melalui dana padanan, riset ITS yang mengarah langsung untuk menyelesaikan problem di industri, kerja sama dengan industri ITS sangat kuat, tidak cuman sebagai konsultan, tetapi bersama-sama menyelesaikan persoalan di lapangan,” tutur Prof. Bambang.

Target riset tahun ini ITS mengalokasikan dana sekitar Rp83 miliar khusus untuk riset dosen, menyusul total pengeluaran riset sebelumnya yang hampir mencapai Rp300 miliar, nantinya difokuskan pada lahirnya produk inovasi, riset berdampak, serta peningkatan publikasi ilmiah, tambah Rektor ITS, Skema tersebut dirancang supaya dosen memiliki kesempatan melakukan riset dan menghasilkan publikasi.

“Dengan sistem kolaborasi dosen bisa bergabung dalam tim sehingga pendanaannya bisa digabung, nantinya publikasi meningkat, produk inovasi bertambah, dan jumlah mahasiswa pascasarjana juga naik karena risetnya didukung pembiayaan,” pungkas Prof. Bambang. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru