Kabupaten Probolinggo, Bhirawa
Kelompok Tani (Poktan) Sedap Malam Tiga, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, memanfaatkan alat mesin pertanian (alsintan) modern berupa rice transplanter untuk mempercepat proses tanam padi di areal persawahan Desa Lemah Kembar, Selasa (3/2). Upaya tersebut dilakukan guna mendukung program ketahanan pangan dan swasembada pangan berkelanjutan.
Kepala Diperta Kabupaten Probolinggo Arif Kurniadi mengatakan, mekanisasi pertanian menjadi salah satu solusi strategis di tengah keterbatasan tenaga kerja dan penyusutan lahan pertanian. Pemanfaatan alsintan modern dinilai mampu meningkatkan efisiensi, menekan biaya produksi, serta mempercepat waktu tanam.
“Dengan mekanisasi, kebutuhan tenaga kerja bisa ditekan, waktu tanam lebih singkat, dan produktivitas meningkat. Ini sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sektor tanaman pangan,” ujarnya.
Rice transplanter yang digunakan merupakan bantuan dari Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo pada tahun 2025. Pemanfaatan alsintan ini menunjukkan keseriusan kelompok tani dalam mengoptimalkan bantuan pemerintah untuk meningkatkan efisiensi usaha tani.
Arif menilai Poktan Sedap Malam Tiga sebagai kelompok tani yang konsisten dalam menerapkan mekanisasi pertanian. Ia berharap langkah tersebut dapat diikuti kelompok tani lain agar produktivitas pertanian di Kabupaten Probolinggo terus meningkat.
“Dengan luas lahan yang relatif tetap, peningkatan produksi hanya bisa dicapai melalui efisiensi dan teknologi. Kelompok tani di Sumberasih ini menjadi contoh dalam pemanfaatan alsintan,” katanya.
Selain itu, Arif juga mengingatkan pentingnya perawatan alsintan agar usia pakainya lebih panjang. Ia mendorong kelompok tani yang belum mendapatkan bantuan alsintan untuk mengajukan permohonan melalui Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). “Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian cukup banyak, baik pra panen maupun pasca panen. Kami prioritaskan kelompok yang belum pernah menerima bantuan,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Sumberasih Agus Setijono menyampaikan bahwa modernisasi pertanian sangat membantu petani dalam percepatan tanam sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, bantuan alsintan meringankan beban petani yang selama ini terkendala biaya alat pertanian. “Bantuan ini harus disyukuri dan dirawat dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Agus berharap program swasembada pangan tidak hanya berhenti pada proses tanam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi petani. “Petani tidak hanya sukses menanam, tetapi juga mendapatkan hasil panen dengan nilai jual yang layak,” tandasnya.
Ketua Poktan Sedap Malam Tiga Amar Ma’ruf mengapresiasi dukungan pemerintah daerah terhadap kelompok tani. Ia menyebut mekanisasi pertanian menjadi kebutuhan mendesak untuk mendukung tanam serempak dan keberlanjutan pertanian. “Pemanfaatan rice transplanter ini sangat membantu percepatan tanam padi. Namun, di lapangan kami masih terkendala keterbatasan jumlah alsintan,” ungkapnya.
Amar berharap adanya tambahan bantuan alsintan, khususnya alat tanam roda empat, agar pelaksanaan tanam serempak dapat berjalan lebih optimal. “Dengan tambahan alat, kebutuhan petani bisa lebih terpenuhi dan jadwal tanam tidak terlambat,” pungkasnya.[irf.ca]

