24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Program Peternakan dan Perikanan Perkuat Ketahanan Pangan Keluarga

Bojonegoro, Bhirawa
Selama satu tahun kepemimpinan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah, sektor peternakan dan perikanan menunjukkan perkembangan signifikan dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus penguatan ekonomi masyarakat. Berbagai program berbasis keluarga produktif diperluas jangkauannya dan menyentuh ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Bojonegoro, Catur Rahayu, mengatakan bahwa penguatan sektor peternakan dan perikanan difokuskan pada upaya menjadikan keluarga penerima sebagai pelaku usaha mandiri yang berkelanjutan. Pemerintah daerah tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi juga memberikan pendampingan teknis agar usaha yang dijalankan dapat berkembang.

“Fokus kami bukan semata penyaluran bantuan, tetapi bagaimana keluarga penerima mampu mengelola ternak dan budidaya secara mandiri sehingga menjadi sumber penghasilan jangka panjang,” ujar Catur, Kemarin (4/2).

Salah satu program unggulan yang dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan keluarga adalah Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri (Gayatri). Sepanjang tahun 2025, program ini menjangkau ribuan KPM dari berbagai sumber pendanaan.

Melalui APBD Induk 2025, bantuan disalurkan kepada 400 KPM, sementara melalui Perubahan APBD 2025 menjangkau 5.000 KPM. Selain itu, dukungan program juga datang dari dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk 575 KPM serta APBDes yang mencakup 2.636 KPM.

Memasuki tahun 2026, Pemkab Bojonegoro kembali memperkuat program Gayatri dengan alokasi untuk 4.400 KPM. Saat ini, ayam petelur yang disalurkan melalui APBD Induk 2025 telah memasuki masa puncak produksi dengan capaian sekitar 82 persen, sementara bantuan dari Perubahan APBD menunjukkan tren produksi yang terus meningkat. “Produksi telur sudah berjalan baik. Kami terus mendorong KPM menerapkan manajemen kandang dan pakan sesuai dengan bimbingan teknis yang diberikan,” kata Catur.

Berita Terkait :  PAM Surya Sembada MoU dengan Kejari Surabaya dan Kejari Tanjung Perak

Selain ayam petelur, program Domba Kesejahteraan juga mencatat capaian positif. Pada tahun 2025, sebanyak 1.200 KPM menerima bantuan domba yang tersebar di seluruh desa berdasarkan data penerima terverifikasi.

Program ini dirancang sebagai bentuk tabungan ternak yang dapat berkembang biak dan memberikan nilai ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima. Pada tahun 2026, cakupan Program Domba Kesejahteraan direncanakan meningkat dengan target penyaluran kepada 3.325 KPM. Pemerintah daerah saat ini melakukan pemetaan wilayah dan populasi ternak untuk memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

“Domba kesejahteraan bukan sekadar bantuan, tetapi investasi ekonomi keluarga. Jika dikelola dengan baik, ternak bisa berkembang dan meningkatkan kesejahteraan penerima,” ujar Catur.

Di sektor perikanan, Pemkab Bojonegoro mengembangkan Program Kolam Lele Keluarga (KOLEGA). Sepanjang tahun 2025, program ini menjangkau 414 KPM melalui bantuan paket budidaya lele skala rumah tangga. Bantuan tersebut meliputi pembangunan kolam buis beton untuk 134 KPM dan kolam terpal bundar untuk 280 KPM, lengkap dengan benih, pakan, probiotik, serta peralatan pendukung.

Program KOLEGA dilanjutkan pada 2026 dengan target 335 KPM, terdiri atas 135 titik kolam buis beton dan 200 titik kolam terpal bundar.

Selain sarana prasarana, pendampingan teknis, monitoring, dan evaluasi dilakukan secara rutin oleh penyuluh perikanan guna meningkatkan tingkat keberhasilan panen. “Program ini mendukung ketahanan pangan keluarga melalui pemenuhan protein ikan sekaligus membuka peluang usaha rumahan,” kata Catur.

Berita Terkait :  Harjad Ke 494 Pamekasan, Bazar UMKM untuk Jaga Stabilitas Ekonomi

Melalui rangkaian program Gayatri, Domba Kesejahteraan, dan KOLEGA, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis peternakan dan perikanan, sekaligus memperluas akses usaha produktif bagi keluarga di perdesaan.[bas.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru