24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Lonjakan Kenaikan Emas, Cerminan dari Kecemasan Investor terhadap Ketidakpastian Ekonomi Global

Surabaya, Bhirawa.
Pakar ekonomi Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya menanggapi tren kenaikan Harga emas Antam (Logam Mulia) yang sangat signifikan sepanjang tahun 2025. Selama setahun kurang lebih kenaikannya mencapai 50-60%, Lonjakan tersebut bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, tapi cerminan dari kecemasan mendalam dari para investor terhadap ketidakpastian ekonomi global, yang mana sekarang jualnya sempat menyentuh di atas Rp 3.100.000 per gram. Rabu, (4/2/2026)

Dosen Program Studi Manajemen UK Petra Surabaya, Dr. Dra. Nanik Linawati, MM., menjelaskan Penyebab fenomena kenaikan emas sendiri sangatlah kompleks, mulai eskalasi konflik di berbagai kawasan, kebijakan tarif tinggi dari pemimpin dunia, hingga retorika politik Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump turut berperan dalam menciptakan iklim investasi yang “liar” saat ini.

“Pergerakan harga emas terbagi menjadi dua jenis, yakni jangka pendek dan jangka panjang, untuk jangka pendek tren harga bisa sedikit menurun, itu wajar sebab sebagian investor mulai menjual emas mereka mengambil keuntungan (profit taking), seiring dengan inflasi yang mulai terkendali dan sentimen pasar yang berangsur membaik, dan jangka panjangnya, dosen berkacamata itu menyebut, harga emas akan cenderung mengalami kenaikan, sebab ada ketegangan politik dan kondisi ekonomi global yang cenderung menurun, hingga masalah demografi global,” ujarnya.

Lanjut Dr. Nanik mengukapkan dunia sedang dalam fase ekonomi “tidak normal” sehingga harga emas tidak lagi berlaku seperti biasanya, itu menyebabkan Investasi emas sifatnya langka, tidak dapat dimanipulasi oleh kebijakan otoritas manapun, berbeda investasi lainnya seperti saham atau kripto suplainya dapat ‘diciptakan’ atau diatur.

Berita Terkait :  Sediakan Lima Ton Beras SPHP, Bulog Dukung Program Pangan Murah Dispertangan Situbondo

“Emas terikat pada hukum alam dan proses eksplorasi bumi yang panjang serta rumit, bahkan penambahan fisik emas baru memerlukan waktu bertahun-tahun untuk penambangan, jadi kelangkaan alami itu menjadikan emas sebagai tempat berlindung yang relatif aman saat instrumen investasi lainnya mulai kehilangan arah,” tutur Dr. Nanik.

Meroketnya harga emas adalah suatu perigatan perekonomian global,tambah Dr. Nanik, sebab kenaikan tdaik dipicu oleh permintaan normal perhiasan, tetapi krisis kepercayaan investor yang mulai meninggalkan aset produktif seperti kripto, saham, deposito, dan lain-lain.

“Lonjakan tidak wajar jadi indikator kuat dunia tengah bergerak ke ambang resesi, selama ego kekuasaan dan ketegangan geopolitik bergejolak, aliansi antarnegara terus bergeser, dari situ harga emas terus mencari level tertinggi baru sebagai tempat bersandar para pemilik modal,” imbuhnhya.[ren.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru