25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Ulama dan Habaib Keberatan Rencana Konser Amal Satu Irama Peduli Nusantara di Sampang

Sampang, Bhirawa
Puluhan Ulama dan Habaib mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Sampang. Meraka menyampaikan aspirasi pada dewan perwakilan rakyat daerah, terkait keberatan atas rencana konser yang dijadwalkan berlangsung pada 14 Februari 2026 mendatang.

Pasalnya, acara itu bertepatan dengan momen hari Valentine dan mendekati bulan suci Ramadan, sehingga dikhawatirkan memicu kemaksiatan dan merusak moral generasi muda.

Rencana konser amal “Satu Irama Peduli Nusantara” yang menghadirkan Valen, runner-up Dangdut Academy (DA) 7, mendapat masukan dari para kiai, ulama, dan habaib dalam audiensi yang digelar di Kantor DPRD Kabupaten Sampang, menjelang pelaksanaan acara yang berdekatan dengan bulan suci Ramadan.

Audiensi tersebut membahas kekhawatiran ulama terkait konsep konser, mengingat jadwal pelaksanaan H-3 Ramadan yang juga bertepatan dengan Hari Valentine, sehingga dikhawatirkan berpotensi keluar dari norma-norma agama dan sosial.

Zakaria, selaku tim organizer, menegaskan konser tetap akan digelar dengan sejumlah penyesuaian. Kami menilai masukan para ulama’ dan Habaib, ini masukan konstruktif. Ia memastikan konser tetap berjalan dengan penyesuaian ketat terhadap norma agama.

“Intinya kami tidak dilarang, hanya diminta menjaga norma agama. Masukan para ulama dan habaib akan kami aplikasikan, baik dari segi kegiatan amal maupun pengaturan tempat agar tidak melanggar aturan,” jelas Zakaria Selasa, (3/2/2026).

“Konser tetap berjalan, namun konsep akan kami ubah sesuai masukan para ulama agar tidak melanggar norma agama,” ujarnya.

Berita Terkait :  242.110 Siswa Sekolah Ikuti Program PKG, Dinkes Surabaya Siapkan Perangkat Pemeriksa

Ia menambahkan, panitia siap menyediakan tempat shalat, memperketat keamanan, serta menyesuaikan materi pertunjukan, termasuk menghadirkan lagu-lagu islami.

“Valen akan membawakan satu atau dua lagu islami karena konser ini digelar menjelang Ramadan,” katanya.

Terkait permintaan mengubah total acara menjadi selawat, Zakaria mengaku masih perlu mendiskusikannya dengan tim internal. Namun, ia menjamin Valen akan membawakan lagu-lagu religi sebagai penghormatan menyambut Ramadan.

“Soal tiket tetap aman. Valen nanti pasti akan menyanyikan lagu islami untuk mengingatkan kita pada bulan suci. Kami akan berusaha menyanggupi masukan para ulama karena beliau-beliau adalah panutan kami,” pungkasnya.

Juru bicara Ulama dan Habaib Sampang, Habib Abdurrahman Al Khierid, menegaskan bahwa penolakan ini didasari kekhawatiran akan terjadinya campur baur (ikhtilat) antara penonton laki-laki dan perempuan serta aksi joget-jogetan yang tidak pantas.

Habib Abdurahman, menegaskan pihaknya bukan anti-seni maupun anti-Valen, melainkan ingin memastikan acara tidak menimbulkan mudarat.

“Kami menilai konser ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya. Apalagi waktunya sangat dekat dengan bulan Ramadan, seharusnya kita bersiap menyambutnya dengan hal-hal positif, bukan hura-hura,” ujar Habib Abdurrahman usai audiensi.

“Kami menawarkan solusi dengan mengubah konsep menjadi sholawat. Kami bukan anti-seni,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Sampang Iqbal Fatoni menyatakan bahwa audiensi belum menghasilkan keputusan final dan panitia diminta menyusun ulang konsep.

Berita Terkait :  Target PAD, Komisi II DPRD Gresik Panggil Perusahaan Kepatuhan Perizinan

“Sudah ada rambu-rambu yang harus dipatuhi karena konser ini menjelang Ramadan. DPRD tidak memutuskan, hanya mendorong agar norma tidak dilanggar,” ujarnya.

Hingga kini, konsep akhir konser masih dalam pembahasan dan akan ditentukan melalui musyawarah lanjutan antara panitia dan para ulama. (lis.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru