25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Produksi Padi Jawa Timur 2025 Naik 12,60 Persen, Tembus 10,44 Juta Ton GKG


Pemprov, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat produksi padi sepanjang Januari hingga Desember 2025 mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat 1,17 juta ton GKG atau 12,60 persen dibandingkan produksi padi pada tahun 2024 yang tercatat sebesar 9,27 juta ton GKG.

Plt Kepala BPS Jawa Timur melalui Statistisi Ahli Madya Ike Rahayu Sri menyampaikan, kenaikan produksi padi pada 2025 tidak terlepas dari meningkatnya luas panen padi di Jawa Timur.

Berdasarkan hasil Survei Kerangka Sampel Area (KSA), luas panen padi sepanjang 2025 mencapai 1,84 juta hektare, atau meningkat 0,22 juta hektare (13,88 persen) dibandingkan luas panen padi pada 2024 yang sebesar 1,62 juta hektare.

Secara temporal, produksi padi di Jawa Timur sepanjang 2025 menunjukkan fluktuasi bulanan. Produksi tertinggi terjadi pada bulan Maret 2025, dengan capaian sekitar 2,04 juta ton GKG, seiring dengan puncak panen pada periode tersebut. Sementara itu, produksi terendah tercatat pada bulan Januari, yakni sekitar 0,38 juta ton GKG.

Dari sisi kewilayahan, produksi padi Jawa Timur masih didominasi oleh sejumlah kabupaten sentra pertanian. Tiga daerah dengan produksi padi (GKG) tertinggi sepanjang 2025 adalah Lamongan, Bojonegoro, dan Ngawi. Di sisi lain, beberapa wilayah perkotaan mencatat produksi relatif rendah, antara lain Kota Batu, Kota Mojokerto, dan Kota Kediri.

Berita Terkait :  Dukung Ketahanan Pangan, Satgas TMMD Ke-125 Bojonegoro Panen Padi Bersama Poktan

BPS juga mencatat adanya pergeseran puncak panen pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2024 puncak panen terjadi pada April, pada 2025 puncak panen bergeser ke bulan Maret. Pergeseran ini turut memengaruhi pola produksi padi bulanan di Jawa Timur.

Untuk periode mendatang, BPS memperkirakan potensi produksi padi pada Januari-Maret 2026 mencapai 3,73 juta ton GKG. Angka tersebut meningkat sekitar 24,28 persen dibandingkan produksi padi pada periode yang sama tahun sebelumnya. Potensi tersebut dihitung berdasarkan hasil pengamatan Survei KSA dan masih dapat mengalami perubahan seiring realisasi panen. [rac.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru