25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

59 Sapi Terjangkit PMK, Dinas Peternakan Tulungagung Terus Gencarkan Vaksinasi

Tutus Sumaryani

Pemkab Tulungagung, Bhirawa.
Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali muncul di Tulungagung. Saat ini sudah 59 ekor ternak sapi yang terjangkit penyakit yang menyerang hewan berkuku belah tersebut.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Tulungagung, drh Tutus Sumaryani, Selasa (3/2), mengungkapkan 59 kasus sapi terjangkit PMK terjadi di 12 kecamatan.

“Cuaca yang tidak menentu dan curah hujan tinggi memicu munculnya kembali kasus PMK di Tulungagung, utamnya pada ternak sapi. Dari laporan yang masuk pada kami saat ini kasus PMK terjadi di 12 kecamatan,” ujarnya.

Ia menyebut dari 12 kecamatan tersebut, yang terbanyak kasus PMK berlokasi di kecamatan yang berbatasan dengan kabupaten sekitar Tulungagung. Seperti di Kecamatan Rejotangan yang berbatasan dengan Kabupaten Blitar dan Kecamatan Ngantru yang berbatasan dengan Kecamatan Kediri.

“Kami mensinyalir munculnya kembali kasus PMK di Tulungagung karena masuknya ternak sapi dari luar kota. Ternak yang baru datang. Karena itu, kami saat melakukan pengawasan di Pasar Hewan Terpadu (PHT) Tulungagung dan pasar hewan di Desa Kaliwungu (Ngunut),” paparnya.

Bahkan, lanjut Tutus, Disnak Keswan Kabupaten Tulungagung yang bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tulungagung sudah melakukan penyemprotan disinfektan di pasar-pasar hewan tersebut.

“Disinfektan dilakukan sebelum ternak dan kendaraan masuk ke dalam pasar hewan,” terangnya.

Berita Terkait :  22 Ribu Guru Ngaji di Kabupaten Jember dapat Honorarium dan BPJS Ketenagakerjaan

Sebelumnya, perempuan berjilbab dan alumni Fakultas Kedokteran Hewan UGM ini menyebut Disnak Keswan Kabupaten Tulungagung sejak awal Januari 2026 sudah pula melakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi. Vaksinasi dilakukan dengan vaksin sisa stok tahun 2025 yang jumlahnya masih sebanyak 5.000 dosis.

“Vaksinasi dilakukan dalam pelayanan kesehatan hewan. Termasuk juga dengan pemberian vitamin dan obat cacing pada ternak yang kami datangi,” paparnya.

Sebanyak 59 ekor sapi di 12 kecamatan di Tulungagung saat ini terjangkit PMK.

Saat ini pun menurut Tutus, Disnak Keswan Kabupaten Tulungagung terus melakukan vaksinasi terhadap hewan berkuku belah. Utamanya, ternak sapi. Apalagi, Disnak Keswan Kabupaten Tulungagung telah menerima vaksin PMK sebanyak 17.000 dosis dari Pemprov Jatim.

“Kalau yang dari Pemprov Jatim ini tahap pertama. Sedang yang sisa stok 5.000 dosis sudah habis dalam dua minggu pertama bulan Januari lalu. Dan yang pasti sampai hari ini tidak ada laporan kematian sapi akibat PMK. Semua sudah diobati,” ucapnya.

Sementara itu, tujuh kecamatan di Kabupaten Tulunggaung yang saat ini tercatat belum ada kasus PMK masing-masing adalah Kecamatan Kota Tulungagung, Kecamatan Karangrejo, Kecamatan Kauman, Kecamatan Gondang, Kecamatan Besuki, Kecamatan Bandung dan Kecamatan Tanggunggunung. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru