Kota Batu,Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu berkomitmen untuk berpartisipasi menjaga keberlanjutan sumber mata air Umbul Gemulo. Untuk itu pemkot mengambil langkah kongkret dengan mengalihkan Kartu Inventaris Barang (KIB) aset pemerintah seluas sekitar 6.000 meter persegi. Lahan yang berlokasi di kawasan sumber mata air Umbul Gemulo akan difungsikan sebagai area konservasi.
Wakil Wali Kota (Wawali) Batu, Heli Suyanto menyatakan bahwa pemkot akan melakukan penguatan konservasi dan tata kelola pengelolaan air yang melibatkan masyarakat. Area konservasi ini membentang dari Taman Kenanga hingga ke depan kawasan Hotel Purnama. “Kawasan ini kini dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu dan tidak dimanfaatkan untuk fungsi lain selain pelestarian lingkungan dan ruang terbuka hijau,” ujar Heli, Senin (2/2).
Ia menegaskan bahwa langkah kongkret Ini diambil sebagai bentuk komitmen Pemkot Batu untuk menjadikan Umbul Gemulo sebagai kawasan tangkapan air dan area konservasi. Karena pemkot ingin ketersediaan sumber mata air bisa tetap terjaga dan bisa diwariskan kepada anak cucu.
Selain itu, Heli juga mendorong peningkatan pelayanan Perumdam Among Tirto agar lebih cepat tanggap terhadap kebutuhan dan aduan masyarakat. Ia membuka peluang pembentukan forum-forum lanjutan, termasuk penataan jaringan pipa, agar pengelolaan air lebih tertib dan berkeadilan.
Pemikiran dan rencana Pemkot Batu ini juga telah disampaikan Heli Suyanto dalam forum dialog yang melibatkan masyarakat. Di antaranya, forum Koordinasi Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan Pengelolaan Sumber Mata Air Wilayah Bumiaji.
Dalam forum tersebut, masyarakat dan pengelola HIPPAM telah menyampaikan masukan kepada wawali. Di antaranya, usulan agar lahan milik swasta di sekitar sumber mata air dapat dibeli pemerintah demi menjaga fungsi kawasan tetap sebagai area resapan.
Menyikapi hal itu, Heli menyatakab bahwa masukan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan Pemkot Batu dalam pengambilan kebijakan ke depan.”Tujuan kita jelas, kita ingin meninggalkan sumber mata air untuk generasi mendatang, bukan meninggalkan air mata. Karena itu, kolaborasi pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” tegas Heli.
Ia juga menyatakan apresiasi atas forum kordinasi yang sudah terbangun antara pemerintah kota dan masyarakat. Hal ini sebagai langkah awal menemukan solusi bersama terhadap persoalan pengelolaan sumber mata air yang banyak terdapat di Kota Batu. Dan ini terutama untuk Sumber Umbul Gemulo yang kini dimanfaatkan sebagian besar warga Kota Batu.
“Dengan adanya forum kordinasi ini bisa menjadi media untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat dan mencari jalan keluar bersama. Dengan langkah ini maka pengelolaan sumber mata air Umbul Gemulo bisa tetap lestari dan memberi manfaat jangka panjang,” tandas Heli.[nas.ca]

