Surabaya, Bhirawa
Tahapan penjaringan calon Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kota Surabaya resmi tuntas setelah digelarnya rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) ranting di Daerah Pemilihan (Dapil) 5, Minggu (1/2/2026).
Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian konsolidasi PAC di sembilan kecamatan se-Kota Surabaya. Konsolidasi yang berlangsung di Gedung Graha Nusantara, Jalan Bibis Tama No. 22-24 Surabaya itu diikuti 231 peserta dari Kecamatan Asemrowo, Tandes, Pakal, Benowo, Sambikerep, Lakarsantri, Karangpilang, Wiyung, dan Dukuh Pakis. Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 14.00-15.30 WIB dan 15.30-17.00 WIB.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Surabaya, Saifuddin Zuhri, menyampaikan bahwa konsolidasi PAC merupakan bagian dari agenda lima tahunan partai sesuai Peraturan Partai (PP) Nomor 21 Tahun 2025, yang bertujuan menjaring kader-kader potensial baik dari kalangan Gen Z, milenial, maupun tokoh masyarakat untuk mengisi kepemimpinan struktural partai.
“PDI Perjuangan adalah partai terbuka. Karena itu kami mendorong PAC dan ranting mengusulkan kader-kader potensial, baik anak-anak muda maupun para tokoh, agar bisa terlibat membesarkan demokrasi dan membangun bangsa,” ujar pria yang akrab disapa Ipuk tersebut.
Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya tersebut menegaskan, konsolidasi di Dapil 5 menjadi penutup seluruh rangkaian penjaringan calon pimpinan partai di tingkat anak cabang, khususnya calon Ketua PAC. Proses tersebut, menurutnya, berlangsung lancar dengan partisipasi aktif dari seluruh struktur partai di tingkat bawah.
“Setiap PAC bisa mengusulkan minimal 5 nama calon Ketua PAC. Jadi tidak boleh kurang dari 5 nama, lebih malah boleh,” terangnya.
“Alhamdulillah, ini rangkaian terakhir. Penjaringan sudah tuntas dan antusiasme peserta sangat tinggi. Nuansanya partai terbuka yang mampu menyerap seluruh harapan masyarakat secara demokratis,” imbuhnya.
Tahapan berikutnya, lanjut Saifuddin adalah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret atau April 2026.
Dalam forum tersebut, seluruh usulan nama yang telah dihimpun dari rapat PAC akan dikukuhkan untuk kemudian dibawa ke tingkat DPC dan DPD sebelum ditetapkan melalui mekanisme fit and proper test.
“Setelah rapat PAC, kita lanjutkan Musancab. Hasilnya dibawa ke DPC dan DPD untuk menjadi satu keputusan setelah melalui fit and proper test,” jelasnya.
Saifuddin juga menekankan pentingnya peran PAC sebagai ujung tombak partai dalam pembinaan organisasi serta penyerap aspirasi masyarakat di tingkat akar rumput. Menurutnya, kekuatan partai terletak pada soliditas struktur hingga level ranting dan anak ranting.
“PAC adalah ujung tombak kami, baik secara mekanisme organisasi maupun administratif. Dari sinilah kami mengetahui isu, harapan, dan kebutuhan masyarakat yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia berharap, para ketua PAC yang terpilih nantinya mampu memahami karakter wilayah masing-masing serta menjadi motor penggerak sosialisasi program partai dan pemerintah kota kepada masyarakat.
“Ketua PAC harus betul-betul memahami teritorial, isu, dan harapan masyarakat. Kepemimpinan itu dimulai dari pemahaman rakyat, agar masyarakat bisa berharap lebih kepada pemimpin yang mereka pilih,” pungkasnya. [dre.hel]

