Dindik Jatim, Bhirawa
Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui dukungan terhadap ajang nasional Duta Siswa Indonesia 2026. Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, saat menutup Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 di Surabaya.
Mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Aries menyatakan bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab kebangsaan. “Pendidikan harus mampu membentuk manusia seutuhnya, berkarakter, cerdas, kolaboratif, dan siap memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Aries.
Menurutnya, ajang Duta Siswa Indonesia menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki integritas, kepedulian sosial, serta kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan tahun 2026, Jawa Timur memastikan kegiatan tersebut berjalan sebagai ruang pembinaan dan penguatan karakter pelajar dari berbagai daerah di Indonesia.
Kadindik lulusan IPDN ini menekankan bahwa prestasi yang diraih peserta harus berkelanjutan dan memberi kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. “Prestasi bukan hanya soal gelar, tetapi bagaimana ilmu, pengalaman, dan kepemimpinan itu digunakan untuk membangun negeri,” tegasnya.
Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026 diikuti 171 pelajar terbaik dari seluruh Nusantara. Ketua Duta Siswa Indonesia, Anggita Wulan Sari Nasution, menyebut perjalanan para finalis menuju ajang nasional ini merupakan proses panjang dan terstruktur, yang disusun untuk memastikan setiap peserta memiliki karakter unggul, kepemimpinan kuat, serta jiwa pengabdian sosial.
Tahapan tersebut meliputi Seleksi Administrasi dan Kompetensi Akademik, Pembinaan Karakter & Penguatan Kepemimpinan, Wawasan Kebangsaan dan Moderasi Berpikir, Pengabdian Sosial dan Aksi Nyata
“Pada Grand Final tahun ini, para finalis berkompetisi pada empat kategori utama, yaitu Duta Siswa Indonesia Berbakat 2026, Duta Siswa Indonesia Favorite 2026, Duta Siswa Indonesia Kreatif 2026, Top 6 Duta Siswa Indonesia 2026,”sebut Anggita.
Keempat kategori tersebut, lanjut dia, menjadi ruang apresiasi bagi finalis dengan keunggulan spesifik, mulai dari kreativitas, kemampuan interpersonal, talenta seni, hingga kecakapan kepemimpinan.
Anggita juga menambahkan setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Ketua Duta Siswa Indonesia menegaskan bahwa proses panjang ini telah membentuk ketangguhan mental, kedisiplinan, serta karakter kepemimpinan yang matang. “Dari proses panjang inilah lahir duta-duta muda yang siap memberi dampak,” ujarnya.
Dengan berakhirnya ajang tersebut, Pemprov Jawa Timur berharap para duta siswa mampu menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta berperan aktif dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul dan berdaya saing. [ina.wwn]

