25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Calon Ketum KONI Kabupaten Malang Banyak Peminat


Kab Malang, Bhirawa
Panitia Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Malang membuka pendaftaran Calon Ketua Umum (Ketum) KONI setempat, pada 1-7 Februari 2026, banyak yang berminat untuk mencalonkan sebagai Calon Ketum KONI. Sedangkan dalam pelaksanaan Musorkablub akan digelar pada 14 Februari 2026 mendatang.

Sedangkan yang berminat mencalonkan sebagai Calon Ketum KONI Kabupaten Malang, tidak hanya masyarakat penggiat olahraga, namun juga beberapa pekerja politik yang berminat untuk menduduki kursi Ketum KONI tersebut. Seperti Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, dari Fraksi PDIP, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang H Kholik, yang kini juga sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Malang Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang Zia Ulhaq, dari Fraksi Partai Gerindra

Kemudian Anggota DPRD Kabupaten Malang Komisi I Fakih Pilihan, dari Fraksi Golkar. Selain itu juga ada salah satu Kepala Desa (Kades). yakni Kades Mendalanwangi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang M Syahroni, juga bakal mencalonkan Ketum KONI Kabupaten Malang.

Banyaknya peminat ini membuat KONI Kabupaten Malang kebingungan untuk memilih Ketum KONI setempat. “Para cabor kebingungan untuk memilih Calon Ketum KONI itu,” kata kandidat Calon Ketum KONI Kabupaten Malang Darmadi, Senin (2/2), kepada wartawan,

Hal ini cukup wajar dan lumrah, terlebih banyak kandidat calon yang muncul untuk memajukan KONI Kabupaten Malang. “Karena dalam pengurusan KONI sebelumnya dirundung masalah, sehingga para Calon Ketum KONI tujuannya sama yakni ingin memperbaiki KONI, agar di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Jatim 2027 bisa masuk tiga besar,” tuturnya.

Berita Terkait :  Melandainya Kasus PMK, Pasar Hewan Tikung Kabupaten Lamongan Dibuka

Dia menjelaskan, dengan banyaknya figur yang menyatakan maju dalam pemilihan Ketum KONI Kabupaten Malang itu menandakan jika demokrasi saat ini telah berjalan. Calon Ketum KONI telah memiliki kemampuan dalam mengelola managemen olahraga, dan juga banyak yang peduli dan perhatian dengan KONI.

Namun, ketika ditanya tentang minimnya anggaran dana hibah KONI Kabupaten Malang yang hanya sebesar Rp1,4 miliar, yang dipotong untuk anggaran Askab PSSI sebesar Rp 500 juta, sehingga tinggal tersisa Rp 900 juta,. Apakah mampu untuk membiayai pembinaan atlet sebanyak 69 cabor?. Darmadi menegaskan, bahwa meski mendapat anggaran Rp1,4 miliar, KONI harus bisa melakukan perencanaan dalam pembiayaan cabor agar mendapatkan prestasi.

“Anggaran KONI Kabupaten Malang pada tahun 2026 ini memang sangat minim, cabor dan pengurus harus bisa merencanakan semuanya, yang penting sekarang untuk pembinaan atlet agar dapat memenuhi target di Porprov XII 2027,” tegas Darmadi. [cyn.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru