Sidoarjo, Bhirawa
Alun-alun Kota Sidoarjo yang direvitalisasi akhir tahun 2025 lalu, resmi dibuka kembali dengan wajah baru pada Hari Jumat (30/1) akhir pekan lalu. Ruang publik ini menjadi kado Pemkab Sidoarjo untuk memperingati Hari Jadinya yang ke 167, pada Sabtu 31 Januari 2026.
Peresmian dibuka Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sidoarjo, Bahrul Amig. Seng penutup kawasan alun-alun, pada hari itu, satu persatu dibuka petugas DLHK Sidoarjo dan pekerja.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK ) Kabupaten Sidoarjo, Arif Mulyono SSTP MAP mengatakan, semoga fasilitas publik di tengah Kota Sidoarjo ini bermanfaat bagi warga Kota Sidoarjo.
Fasilitas Alun-alun Sidoarjo, tambah Arif, semakin ditambah, diantaranya fasilitas gratis Wifi-nya semakin banyak, ruang area bermain anak tambah luas, terbaru ada ruang aktivitas Lansia, ada ruang baca dan layanan kesehatan, hingga Pusat Informasi Pariwisata Sidoarjo.
”Fasilitasnya lebih banyak dari sebelumnya, semoga bertambah manfaat,” komentar Arif, saat pembukaan.
Dari sisi keamanan, pengelola memasang 25 titik kamera pengawas (CCTV) di sejumlah sudut kawasan. Pemkab juga menurunkan 60 petugas kebersihan yang didukung Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk menjaga kenyamanan pengunjung.
”Ruang publik ini milik bersama. Mari dijaga agar tetap bersih, asri dan nyaman,” kata Arif.
Menurut Arif, kawasan alun-alun untuk sementara akan disterilkan dari aktivitas pedagang kaki lima. Dan disediakan tempat sampah yang banyak. Untuk parkir, Dishub menetapkan tarif khusus Rp5 ribu untuk mobil dan Rp3 ribu untuk motor, serta tarif umum Rp4 ribu untuk mobil dan Rp2 ribu untuk motor.
”Pengunjung yang datang mengaku alun -alun Sidoarjo yang baru selesai direnovasi ini lebih bagus dari sebelumnya. Seperti ramah anak, ada sarana Lansia, ada sarana edukasi. Cocok untuk tempat rekreasi untuk warga kota Sidoarjo,” komentar Ilham, seorang siswa dari SMAN 1 Sidoarjo yang datang bersama sejumlah teman.
Namun diakui masih panas, sebab pohon pohonnya masih baru, belum begitu rindang, sehingga untuk saat ini kondisi disana pada pagi dan siang hari terasa panas bagi pengunjung.
Hal senada juga disampaikan para guru Taman kanak kanak yang membawa siswa datang di tempat itu. Mereka meminta ada fasilitas tempat berteduh dari galfalum.
”Ya kalau sore dan malam hari tidak panas, tetapi bila berkunjung pada pagi dan siang hari seperti ini panas sekali. Kasihan anak-anak, mereka kepanasan,” kata seorang guru TK Dharma Wanita Persatuan dari Desa Plumbon Kecamatan Porong, yang mengajak siswanya berkunjung di Alun-alun Sidoarjo untuk menikmati fasilitas yang baru. [kus.fen]

