Jalan rusak di Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang yang ditanami pohon singkong dan pisang. n arif yulianto/bhirawa.
Jombang, Bhirawa.
Jalan lingkungan desa di Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang ditanami pohon singkong dan pisang oleh warga sebagai bentuk protes karena jalan rusak tersebut selama bertahun-tahun belum diperbaiki. Peristiwa ini viral di media sosial.
Jalan tersebut merupakan akses menuju makam wilayah Mojowarno 2, Desa Mojowarno. Kerusakan jalan dengan panjang sekitar 600 meter itu disebut sudah berlangsung lama.
Ketua RT 3 RW 2 Mojowarno 2, Eko Supriyanto (41) membenarkan video penanaman pohon di jalan rusak yang viral di media sosial Facebook merupakan warganya.
Menurutnya, aksi tersebut sebagai bentuk kekecewaan warga karena jalan menuju makam desa rusak bertahun-tahun dan belum diperbaiki.
“Harapannya warga ini segera ada pembenahan. Itu kan jalan ke makam, warga sudah lama mengeluh. Baru kali ini saja ada tanggapan,” tutur Eko, Jumat (30/01).
Dia menambahkan, warga telah dua tahun mengeluhkan kondisi jalan tersebut. Meskipun pemerintah desa telah menyampaikan rencana perbaikan, warga akhirnya tak sabar karena kondisi jalan makin parah.
Masih menurutnya, penanaman pohon pisang dan singkong dilakukan pada Kamis sore (29/01) itu sebagai bentuk protes spontan warga.
“Itu inisiatif warga, ditanam sekitar jam setengah lima sore,” ujarnya.
“Bentuk protes karena sudah tidak sabar,” tuturnya lagi.
Eko menambahkan, berdasarkan koordinasi terakhir dengan pemerintah desa, jalan itu dipastikan bakal diperbaiki pada tahun ini.
“Tahun ini diperbaiki. Tadi saya juga sudah ditelepon pak lurah,” ungkapnya.
Kepala Desa Mojowarno, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Tatag Yudianto, membenarkan bahwa jalan rusak yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa.
Menurut Kades Mojowarno, kerusakan jalan terjadi karena kapasitas jalan desa tidak sekuat jalan kabupaten, sementara jalan tersebut sering dilewati kendaraan berat.
“Yang lewat kadang truk-truk besar pengangkut hasil panen,” kata Kades Mojowarno.
Dikatakannya, pemerintah desa telah berupaya melakukan perawatan jalan secara bertahap. Untuk tahun 2026 ini, perbaikan jalan tersebut telah dianggarkan melalui Program Desa Mantra.
“Jadi tetap kita perhatikan keluhan masyarakat,” kata dia.
Kades Tatag menyayangkan aksi warga yang menanam pohon di jalan tersebut, dan menurutnya, seharusnya permasalahan jalan rusak tersebut bisa disampaikan dengan baik-baik.
“Dalam Musdes dan Musrenbang sudah kita rencanakan,” jelasnya.
Kades Mojowarno juga menyampaikan jika pihaknya memiliki keterbatasan dalam menangani seluruh keluhan warga secara bersamaan.
Terkait tingkat kerusakan, Kades Tatag menyebutkan, bagian yang paling parah sekitar 300 meter, khususnya di jalur menuju makam.
Sementara itu terpisah, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jombang, Imam Bustomi memastikan, jalan rusak yang viral tersebut merupakan jalan lingkungan desa, bukan jalan kabupaten.
Imam Bustomi pun menyampaikan jika pihaknya sudah melakukan pengecekan ke lapangan.
“Kami sudah cek ke lapangan. Ruas jalan sepanjang kurang lebih 600 meter dengan lebar 3,5 meter ini adalah jalan lingkungan desa,” terang Imam Bustomi.
“Kewenangan perbaikan ada di pemerintah desa, bukan di Dinas PUPR,” pungkasnya.(rif.hel).

