Baju batik Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya dalam expo KKN BKN7 sekecamatan Gresik dan kebungson menjadi salah satu peserta nya
Gresik, Bhirawa.
Program pengabdian masyarakat berfokus pada edukasi, pendampingan dan pemberdayaan masyarakat. Berbasis Sustainable Development Goals (SDGs), bersama
komunitas (BBK) ke-7 Universitas Airlangga (Unair) menggelar expo pemaparan hasil program. Wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, di Kelurahan Kebungson Gresik.
Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya mengatakan, bahwa apresiasi kegiatan expo yang digelar oleh mahasiswa. Kegiatan menunjukkan kolaborasi positif, antara teknologi dan potensi lokal.
“Expo ini menunjukkan bagaimana teknologi, khususnya AI, bisa dimanfaatkan untuk memajukan UMKM lokal. Selain memamerkan produk unggulan seperti Batik Gajah Mungkur, ecoprint, dan dawet kelor. Kegiatan ini juga mengajarkan pelaku usaha memasarkan produknya secara digital. Semoga ke depan ada expo serupa di tingkat kabupaten, agar terjadi konektivitas pentahelix yang lebih luas,”ujarnya.
Menurut Camat Gresik Jelesvie Triatmoko mengatakan, bahwa acara menjadi ajang pemaparan capaian program sekaligus etalase potensi unggulan yang dimiliki Kelurahan Kebungson. Dalam expo mahasiswa BBK 7 Kelurahan Kebungson, menampilkan beragam produk UMKM lokal. Dari kerajinan ramah lingkungan berbasis ecoprint, minuman herbal khas berupa dawet kelor, hingga batik khas Kebungson, Batik Gajah Mungkur.

“Tidak hanya menampilkan produk, expo ini juga menghadirkan inovasi pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung digital marketing UMKM.”ungkapnya.
Ditambahkan Triatmoko, dalam pemanfaatan teknologi AI diarahkan untuk membantu pelaku UMKM. Untuk pengemasan promosi digital, pembuatan konten pemasaran, serta perluasan jangkauan pasar. Langkah ini diharapkan mampu mengintegrasikan kearifan lokal, dengan teknologi modern guna mendorong pengembangan ekonomi kreatif masyarakat. (kim.hel).

