Tuban, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban terus mendorong peningkatan pelayanan masyarakat. Sejalan hal tersebut, pemerintah Kecamatan Semanding berinovasi dengan mendekatkan pelayanan kepada masyarakat melalui program DIMAS GADING (Diskusi Masalah Warga Semanding).
Program ini menjadi wadah dialog terbuka antara pemerintah kecamatan dengan warga guna menyerap aspirasi sekaligus mencari solusi bersama atas berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.
Seperti Pelaksanaan DIMAS GADING yang sudah berjalan ke-9 dan saat ini bertempat di Balai Pertemuan Dusun Krajan, Desa Bektiharjo, Kamis (29/1). Sekretaris Kecamatan Semanding, Dwi Putri Novianie memimpin forum yang dihadiri Kepala Desa Bektiharjo, Kepala Dusun, pengurus RT/RW, serta warga setempat yang antusias mengikuti jalannya diskusi.
Sekcam Semanding Dwi Putri Novianie menjelaskan program DIMAS GADING dilatarbelakangi banyaknya pesan yang masuk pada media sosial Kecamatan Semanding. Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah kecamatan Semanding berinisiatif “jemput bola” dengan berkunjung ke seluruh desa di Kecamatan Semanding.
“Melalui komunikasi yang terbuka dan langsung, pemerintah berupaya memahami kebutuhan warga secara lebih mendalam,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pendekatan yang digunakan dalam DIMAS GADING bersifat personal dan partisipatif. Hal tersebut dinilai efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta mendorong kolaborasi antara pemerintah desa, kecamatan, dan warga dalam menyelesaikan berbagai permasalahan di tingkat lokal.
Melalui DIMAS GADING, warga dapat mengutarakan berbagai persoalan maupun usulan pada berbagai aspek. Diantaranya pelayanan kependudukan, program pembangunan, maupun optimalisasi potensi desa.
Tidak hanya itu, pemerintah kecamatan memanfaatkan forum ini untuk menyampaikan program pembangunan daerah maupun kecamatan.
“Selain bersilaturahmi, kami juga mendengar dan menyerap aspirasi warga,” jelas Sekcam.
Salah satu warga Dusun Krajan Desa Bektiharjo, Yatno, berterimakasih atas terselenggaranya Dimas Gading di desa setempat. Melalui forum ini pihak desa dan masyarakat dapat secara langsung dapat berdiskusi, menyampaikan persoalan di desa Bektiharjo.
Di samping itu, masyarakat dapat secara langsung mendengarkan jawaban dari pemerintah kecamatan Semanding.
Yatno menuturkan warga dapat dengan leluasa mengeluarkan “uneg-uneg”. Beberapa persoalan yang disampaikan seperti pembangunan infrastruktur, distribusi pupuk, hingga layanan kependudukan diharapkan dapat segera direalisasikan.
“Besar harapan kami, keluhan kami bisa segera terselesaikan,” katanya. [hud.kt]

