Sidoarjo, Bhirawa
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo, Mohammad Ismail, Kamis (29/1/2026) kemarin, dikabarkan meninggal dunia secara mendadak.
Hingga berita ini ditulis pada sore hari, belum ada kepastian dari staf BPS Sidoarjo, yang dihubungi lewat WhatsApp, almarhum meninggal dunia karena sakit apa.
Salah satu staf BPS Sidoarjo, Eka, yang sempat bisa dikonfirmasi mengatakan, almarhum pada pagi hari sempat mengikuti acara pertemuan dengan BPS Provinsi Jawa Timur bersama BPS se Jawa Timur di Surabaya.
Namun, tidak diketahui secara pasti, dalam acara ini almarhum muntah dan selanjutnya dikabarkan meninggal dunia.
Kepala BPS Gresik, Indriya Purwaningsih, saat dikonfirmasi juga membenarkan Kepala BPS Sidoarjo, Mohammad Ismail, telah meninggal dunia, pada hari itu.
Saat dikonfirmasi, Indriya mengaku sedang bersama jenazah almarhum. Namun yang bersangkutan tidak menyebut almarhum meninggal dunia karena apa. Informasi, almarhum dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Surabaya.
“Saya di lokasi sedang bersama jenazah,” kata Indriya, saat dikonfirmasi lewat WhatsApp.
Informasi yang didapat, almarhum Mohammad Ismail, yang kelahiran Kota Kediri ini, sebelum menjabat sebagai Kepala BPS Sidoarjo pada sekitar tahun 2025, sempat menjabat sebagai Kepala BPS Jember.
Mohamad Ismail, S.Si, M.Ec.Dev, yang tahun 2026 ini mengajak usia 54 tahun, pernah membawa BPS Sidoarjo meraih penghargaan Nasional sebagai Desa Cantik atau Desa Cinta Statistik tahun 2025 lalu.
Lokus Desa Cantik ini adalah Desa Simo angin -angin Kecamatan Wonoayu. Saat ini almarhum juga masih terus mengembangkan program nasional Desa Cantik di sejumlah desa yang ada di Kabupaten Sidoarjo. (kus.dre)

