24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Penguatan Efisiensi Keuangan Melalui ERP

Oleh :
Zahra Dwi Nurmala
Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Peradaban Bumiayu Program Studi Akuntansi

Di berbagai wilayah di Indonesia, pelaku usaha terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)masih menghadapi kesulitan serius dalam mengatur keuangan dengan baik. Banyak pemilik bisnis kecil yang masih bergantung pada metode pencatatan manual, spreadsheet sederhana, atau bahkan ingatan mereka untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran.

Dengan kondisi seperti ini, data keuangan menjadi tidak terorganisir, mudah salah, dan sulit dipakai sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Akibatnya, pencapaian efisiensi keuangan yang diharapkan menjadi sulit, meskipun usaha tetap berjalan.

Sebagian besar UMKM di Indonesia masih menggunakan metode pencatatan keuangan tradisional, yang memisahkan catatan penjualan, pembelian, persediaan, dan laporan keuangan.

Kementerian Koperasi dan UKM mengungkapkan bahwa rendahnya penggunaan teknologi digital dalam sistem keuangan menjadi salah satu penyebab utama keterbatasan efisiensi operasional UMKM. Hal ini menandakan perlunya suatu solusi yang tidak hanya praktis tetapi juga dapat mengintegrasikan semua proses bisnis agar efisiensi keuangan dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.

Permasalahan efisiensi keuangan yang dihadapi UMKM di Indonesia umumnya meliputi keterlambatan dalam menyusun laporan keuangan, ketidaksesuaian informasi transaksi, serta kurangnya pengawasan terhadap aliran kas. Banyak UMKM yang tidak mampu mengetahui keadaan keuangannya secara langsung, sehingga keputusan bisnis sering kali didasarkan pada perkiraan yang tidak akurat. Menurut Bank Indonesia (2022), lemahnya sistem pencatatan keuangan membuat UMKM sulit untuk mengontrol biaya dan menilai kinerja usaha dengan tepat.

Berita Terkait :  Korem 084/BJ Tingkatkan Ketakwaan Melalui Peringatan Tahun Baru Hijriyah

Di samping itu, penggunaan sistem yang terpisah-pisah mengakibatkan proses bisnis menjadi kurang efisien. Data harus dimasukkan berulang kali, sehingga memakan waktu lebih lama serta meningkatkan risiko kesalahan dalam pencatatan. Kondisi ini langsung mempengaruhi pemborosan waktu, tenaga, dan biaya, menjadikannya sulit untuk mencapai efisiensi keuangan, terutama bagi UMKM berskala kecil.

Setelah banyak masalah terkait efisiensi keuangan muncul, implementasi Enterprise Resource Planning (ERP) menjadi suatu solusi yang dianggap berkualitas dan relevan. ERP adalah sistem informasi yang terintegrasi, menghubungkan berbagai fungsi bisnis seperti keuangan, akuntansi, persediaan, pembelian, dan penjualan dalam satu platform. O’Brien dan Marakas (2019) menyatakan bahwa “Sistem ERP mengintegrasikan proses bisnis utama dan meningkatkan aliran informasi di seluruh organisasi”.

Efisiensi keuangan yang terdapat dalam ERP diartikan sebagai kemampuan sistem untuk mengurangi pengulangan data, mempercepat proses pemrosesan, meningkatkan akurasi laporan, serta menyediakan informasi keuangan secara langsung. Dengan menggunakan ERP, UMKM dapat dengan cepat dan tepat mengetahui kondisi kas, laba rugi, dan biaya operasional, yang membuat pengambilan keputusan menjadi lebih efektif.

ERP mendukung efisiensi keuangan melalui beberapa aspek utama. Pertama, pengintegrasian data keuangan yang memungkinkan semua transaksi terdaftar secara otomatis dalam sistem akuntansi. Kedua, pengendalian biaya melalui pemantauan anggaran dan pengeluaran secara langsung. Ketiga, percepatan dalam penyusunan laporan keuangan yang sebelumnya memakan waktu lama.

Berita Terkait :  Dinkes Ajak Warga Waspadai Penyakit Tidak Menular

Menurut Laudon dan Laudon (2020), ERP mampu meningkatkan efisiensi operasional karena semua proses bisnis berlangsung dalam satu basis data yang sama.

Keunggulan utama dari ERP terletak pada integrasi, akurasi, dan transparansi data. ERP mengurangi keperluan untuk input data yang berulang, sehingga menghemat biaya dan waktu operasional. Selain itu, sistem ini membantu pelaku UMKM dalam mengawasi aliran kas serta mengurangi kesalahan dalam pencatatan. Davenport (1998) menyebutkan bahwa “Sistem ERP menjanjikan peningkatan dramatis dalam efisiensi, visibilitas informasi, dan kontrol keuangan”. Ini menunjukkan bahwa ERP bukan sekadar alat teknologi, melainkan juga merupakan strategi dalam pengelolaan keuangan.

Penerapan ERP dalam UMKM dapat dilakukan melalui beberapa tahap. Pertama, lakukan analisis atas kebutuhan bisnis untuk mengidentifikasi modul ERP yang paling sesuai, khususnya modul untuk keuangan dan akuntansi. Kedua, pilih sistem ERP yang cocok dengan ukuran usaha. Ketiga, berikan pelatihan kepada pengguna agar sistem dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Keempat, lakukan evaluasi dan pengembangan sistem secara rutin. Menurut Romney dan Steinbart (2021), keberhasilan penerapan ERP sangat dipengaruhi oleh kesiapan pengguna dan kesesuaian sistem dengan kebutuhan organisasi.

Dengan begitupermasalahan efisiensi keuangan yang dihadapi UMKM di Indonesia menunjukkan pentingnya solusi yang komprehensif dan berkelanjutan. ERP hadir sebagai solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi keuangan melalui pengintegrasian data, pengendalian biaya, dan penyediaan informasi keuangan secara langsung. Dengan penerapan ERP yang tepat, UMKM tidak hanya dapat meningkatkan efisiensi keuangannya, tetapi juga memperkuat posisi mereka di tengah persaingan bisnis yang semakin sengit.

Berita Terkait :  Godok Raperda BUMD, Dewan Soroti Manajemen Buruk dan Kinerja Lemah

————— *** —————–

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru