25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Dindik Kabupaten Malang Evaluasi Merger Sekolah Pertimbangkan Beberapa Aspek

Kepala Dindik Kab Malang Bagus Sulistyawan. foto: cahyono/Bhirawa

Kab Malang, Bhirawa.
Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Malang masih melakukan evaluasi menyeluruh untuk melakukan merger atau penggabungan sekolah yang memiliki jumlah siswa minim di tahun 2026 ini. Sehingga Dindik hingga kini belum mengambil keputusan terkait rencana merger sekolah, masih mempertimbangkan aspek regulasi, teknis, hingga kondisi geografis.

Demikian yang disampaikan yang disampailan Kepala DindikKabupaten Malang Bagus Sulistyawan, Rabu (28/1), kepada wartawan. Dikatakan, Dindik Kabupatenn Malang hingga kininmasih belum menetapkan sekolah mana saja yang akan di merger, hal ini karena proses tersebut membutuhkan kajian yang matang. “Masih kami evaluasi, karena banyak pertimbangan, dan nanti akan kami sampaikan lagi seperti apa hasilnya,” ujarnya.

Menurutnya, evaluasi merger sekolah tidak bisa dilakukan secara sederhana, karena pihaknya harus berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, terutama yang berkaitan dengan regulasi serta pengelolaan keuangan daerah. Sehingga untuk melakukan merger sekolah, Dindik juga akan koordinasi dengan instansi terkait. Karena ada beberapa regulasi yang perlu kita komunikasikan, misalnya dengan Badan Pengawas Keuangan (BPK) dan instansi lainnya.

“Untuk waktu pelaksanaan evaluasi tersebut tidak bisa serta-merta diputuskan sebelum tahun ajaran baru 2026/2027. Seluruh tahapan akan disesuaikan dengan kesiapan regulasi serta hasil koordinasi lintas sektor,” jelas Bagus.

Salah satu sekolah yang menjadi perhatian publik, lanjut dia, yakni SDN 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang memiliki jumlah siswa relatif sedikit. Sekolah tersebut sebelumnya dikunjungi Bupati Malang HM Sanusi pada beberapa waktu lalu. Meski begitu, pihaknya masih belum bisa memastikan terkait dengan keputusan merger terhadap SDN 3 Toyomarto tersebut. Sedangkan untuk merger sekolah itu, nantinya kita evaluasi dulu seperti apa. Secara geografis, sekolah itu memang agak jauh dari beberapa desa lainnya.

Berita Terkait :  630 Honorer Kabupaten Sidoarjo Lolos Tes PPPK Gelombang I

Selain itu, kata Bagus, Bupati Malang juga masih melakukan evaluasi terhadap kebutuhan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung pembelajaran di sekolah tersebut. Hal itu dilakukan untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan optimal meski jumlah siswa terbatas. Selanjutnya, Dindik Kabupaten Malang juga akan berkomunikasi dengan pihak sekolah dan pengawas pendidikan untuk membahas solusi atas kendala jarak tempuh siswa.

“Kira-kira bagaimana permasalahan jarak tempuh itu solusinya seperti apa. Apakah memungkinkan ada transportasi atau alternatif lain. Tapi itu masih nanti, akan kami evaluasi lebih lanjut,” tuturnya.

Saat ini, terang Bagus, jumlah peserta didik SDN 3 Toyomarto tercatat sebanyak 46 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Jumlah tersebut masih menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh yang tengah dilakukan. Sebelumya, Bupati Malang menyampaikan bahwa sekolah dasar dengan jumlah siswa di bawah 60 orang berpotensi untuk di merger dengan sekolah terdekat. Kebijakan tersebut sebagai langkah efisiensi anggaran sekaligus upaya peningkatan mutu layanan pendidikan.

“Untuk menggabungan sekolan memang harus dikaji dulu. Karens jarak sekolah, akses siswa, kemudian kesiapan sarana dan prasarana sekolah penerima juga harus menjadi pertimbangan,” pungkasnya.(cyn.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru