Surabaya, Bhirawa
Hari terakhir pelaksanaan SMAMDA Cup 2026 berlangsung, Minggu (25/1) di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya menjadi salah satu momen paling menentuan. Khususnya untuk cabang olahraga anggar yang pada saat itu melaksanakan partai final.
Partai final berjalan dengan cukup sengit dan disaksikan oleh banyak penonton, mulai dari pelajar, keluarga atlet, hingga pendukung dari masing-masing tim.
SMAMDA Cup 2026 sendiri merupakan ajang kompetisi pelajar tahunan yang dilaksanakan dari tanggal 23 hingga 25 Januari 2026. Acara ini diikuti oleh para pelajar dan mahasiswa dari berbagai sekolah/universitas di Surabaya dan sekitarnya. Acara ini juga mempertandingkan beberapa cabang lomba, mulai dari bidang ola hraga, akademik, hingga seni dan keagamaan. Cabang olahraga anggar menjadi salah satu hal yang paling menarik untuk diperhatikan pada hari terakhir karena mempertemukan atlet-atlet terbaik di babak final.
Ketatnya persaingan di partai final anggar SMAMDA Cup tahun ini menunjukkan tingginya kualitas para atlet yang bertanding. Salah satu atlet yang berhasil mencuri perhatian adalah Dhini yang berhasil meraih Juara 1 kategori SMA Degen Putri. Ia mengaku bangga atas pencapaian yang ia raih saat ini setelah melalui proses panjang sejak pertama kali menekuni olahraga anggar ini. “Bangga sih pastinya, proses perjuangan dari SMP sampai sekarang mendapatkan hasil juara, pastinya pangga” ungkap Dhini.
Sementara itu, di kategori mahasiswa, Aldo, peraih Juara 2 kategori Mahasiswa Degen Putra, menjadikan SMAMDA Cup kali ini sebagai ajang pembuktian setelah sempat mengalami kekalahan pada ajang yang sama tahun lalu. Ia mengaku termotivasi untuk Kembali bertanding setelah sempat vakum beberapa bulan dan pada kesempatan kali ini ia ingin menunjukkan kemampuannya yang sudah berkembang.
Aldo juga mengungkapkan bahwa kepercayaan diri dan pengalaman bertanding juga berfungsi sebagai factor penting dalam menjaga mental dan focus selama pertandingan berlangsung. “Kalau mental itu dari segi pengalaman dan ya percaya gak percaya tapi latihan itu juga akan sangat berpengaruh untuk meningkatkan mental,” katanya saat ditemui setelah pertandingan.
Selain kesiapan mental, peforma atlet anggar juga ditentukan dari aspek kesiapan fisik dan Teknik. Hal itu dirasakan oleh Foleg, peraih Juara 2 kategori Mahasiswa Floret Putra, yang menilai bahwa ketahanan fisik dan latihan rutin memiliki peran yang sangat besar dalam menunjang performa atlet di lapangan.
“Yang pertama itu endurance kak. Kalau misalnya endurance-nya kuat itu pasti musuhnya pasti kalah. Soalnya endurance itu kekuatan tubuh, dan itu harus dilatih terus secara terus menerus, nanti tubuh itu sendirinya stabil terus,” tuturnya.
Di sisi lain, Ketua IKASI Surabaya, Rusli Ali Kurniawan, menyampaikan bahwa SMAMDA Cup 2026 ini menjadi ajang pembinaan atlet anggar untuk melangkah ke level kompetisi yang lebih tinggi.
“Dari event yang di SMAMDA Cup ini kan tingkatnya pelajar sejatim ya, Jadi para pelatih yang di daerah bisa memotivasi untuk melatihnya lebih bagus lagi. Karena event-event yang lebih tinggi itu lebih banyak, seperti kejurprov nanti. Nah, Ketika itu mungkin nanti bisa mewakili Jatim dari beberapa daerah. SMAMDA Cup ini sebagai tolak ukurnya untuk arah ke Jawa Timur,” ujar Ketua IKASI Surabaya.
Dengan berakhirnya SMAMDA Cup 2026, diharapkan agar acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi pelajar dan mahasiswa, tetapi juga berperan menjadi wadah pembinaan para atlet muda dan melahirkan bibit-bibit unggul yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. [mg7.wwn]

