25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Kasus Siswa SMK Diduga Keracunan MBG Jadi Atensi Wagub Jatim

Tulungagung, Bhirawa
Kasus dugaan keracunan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung yang menimpa sejumlah siswa SMK menjadi perhatian serius Wakil Gubernur (Wagub) Jatim, Emil Elestianto Dardak. Ia meminta penjelasan pada Satgas MBG Kabupaten Tulungagung terkait peristiwa tersebut.

“Pak Wakil Gubernur klarifikasi ke kita,” ujar Ketua Satgas MBG Kabupaten Tulungagung, J Bagus Kuncoro, Senin (26/1) siang.

Namun, pertanyaan Wagub Jatim tersebut belum bisa dijawab oleh Satgas MBG Kabupaten Tulungagung. Menurut Bagus, saat ini Satgas MBG Kabupaten Tulungagung masih menunggu hasil laboratorium terkait kasus dugaan keracunan menu MBG tersebut.

“Kita tidak bisa menjawab, karena masih proses lab. Kalau lab selesai, baru kita laporkan,” paparnya.

Bagus yang juga menjabat sebagai Kepala Bappeda Kabupaten Tulungagung ini mengakui sampai saat ini ada tiga Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung yang ditutup sementara akibat siswa penerima diduga keracuanan MBG. Berkembang dari dua SPPG yang sebelumnya sudah ditutup sementara.

“Sesuai laporan dari BGN Korwil Tulungagung, SPPG yang ketiga ditutup sementara itu SPPG Karangrejo 2 Kecamatan Boyolangu. Sedang dua SPPG lainnya yang sudah ditutup sementara, yakni SPPG Moyoketen 1 dan SPPG Moyolketen 2 (keduanya juga di Kecamatan Boyolangu),” bebernya.

Bagus tidak menyebut siswa dari sekolah mana yang diduga keracunan akibat makan menu MBG dari kejadian terakhir yang melibatkan SPPG Karangrejo 2. Namun demikian, dari informasi yang diperoleh, siswa itu berasal dari SMKN 2 Boyolangu dan MAN 2 Tulungagung.

Berita Terkait :  Wali Kota Eri Buka Peluang Kursi Jabatan Sekda, Terbuka untuk Kepala Perangkat Daerah

Sebelumnya, mantan Kepala Satpol PP Kabupaten Tulungagung ini menyesalkan keterlambatan laporan dari SPPG terkait kasus dugaan keracunan MBG. Hal ini menyulitkan proses laboratorium karena sampel makanannya sudah tidak ada lagi.

“SOP-nya harus jelas. Ada (peristiwa) dugaan keracunan hari ini laporannya dilakukan hari ini juga sehingga kita bisa tahu sampel makanannya. Kita bisa bantu di lab kesehatan. Melihat ada kesalahan apa. Kalau (laporannya) suda lama kita tidak punya sampel,” tuturnya.

Ia mengajak semua SPPG memasak secara sungguh-sungguh dan benar. Tidak asal-asalan. Karena jika sampai ada penerima diduga keracunan MBG akan membuat wali murid, guru dan siswa tidak akan mau makan menu MBG lagi.

“Yang terjadi (SPPG) menyesal. Kemudian minta maaf. Minta maaf itu yang terakhir. Sebelum minta maaf, ayo SPPG, teman ahli gizi masak yang benar,” tuturnya.

Selanjutnya, Bagus menyebut sudah melakukan pemanggilan dan rapat dengan tiga SPPG yang kini ditutup sementara.

“Kita panggil di Bappeda untuk mitigasi. Agar tidak terjadi di SPPG yang lain,” tandasnya. [wed.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru