25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Produksi Kentang Meningkat, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Kab Malang, Bhirawa
Hasil produksi pertanian sayuran di Kabupaten Malang telah menunjukkan perkembangan yang positif selama dua tahun terakhir ini. Salah satunya di wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yang mana desa tersebut merupakan sentra tanaman kentang. Dari hasil pertanian kentang tersebut telah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Seperti pada tahun 2023, produksi kentang mencapai 14,6 ton, sedangkan pada tahun 2024 ada kenaikan produksi seberat 20.475 ton.

Namun, berdasar data dari badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, pada tahun 2023, produksi kentang di desa setempat mencapai 17.509 ton. Dan tahun 2024 produksinya meningkat menjadi 32.976 ton. “Hampir 50 persen produksi kentang di Kabupaten Malang dihasilkan dari petani Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Bahkan, desa tersebut pada beberapa waktu lalu dikunjungi Ketua Tim Investasi Dirjen Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT) Ninik,” kata Wakil Bupati Malang Hj Lathifah Shohib, Senin (26/1), kepada wartawan.

Dijelaskan, peningkatan produksi kentang di wilayah Desa Ngadas tersebut, tentunya untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Sedangkan kunjungan Kemendes PDTT, hal ini untuk memaksimalkan potensi lahan yang bisa ditanami kentang. Kebutuhan kentang saat ini masih menginjak tiga persen untuk kebutuhan dalam negeri. Sehingga dengan meningkatnya produksi kentang di Kabupaten Malang, maka diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin. Apalagi potensi pertanian dan kondisi geografis Kabupaten Malang sangat mendukung, dan tidak hanya produksi kentang saja, namun juga tanaman sayuran lainnya.

Berita Terkait :  BKSAP DPR RI: Agar Indonesia Tak Seperti Nepal, Negara Harus Makin Baik Realisasikan Kesejahteraan Rakyat

“Kami saat bersama Kemendes PDTT mengunjungi Desa Ngadas, juga berkunjung ke Screen House atau bangunan konstruksi pelindung tanaman yang dirancang khusus, yang terletak di Dusun Jarak Ijo, desa setempat. Sedangkan tempat tersebut dikelola petani muda Desa Ngadas, yang mampu menghasilkan benih kentang berkualitas,” tutur Lathifah.

Dia juga menyampaikan, tanaman kentang di Screen House menghasilkan varietas Granula G.0. Dengan benih ini, produksi kentang meningkat drastis dari 7-8 ton per hektar menjadi 15-20 ton per hektar. Dan setelah dirinya mengunjungi Desa Ngadas, dirinya dengan Ibu Menteri mengunjungi Desa Gubuklakah, Kecamatan Poncokusumo untuk mengambil sampel tanah yang akan dibawa pihak Kemendes-PDTT, guna untuk diteliti lebih lanjut. Dan penelitian itu untuk menguji kelayakan tanah Desa Gubuklakah untuk dapat dikembangkan sebagai pertanian kentang.

Lathifah menegaskan, produksi kentang di Desa Ngadas terbilang bagus. Karena umumnya kentang memiliki berat sekitar 300-500 gram per biji. Namun, kentang yang diproduksi petani desa tersebut bisa memiliki berat 1 kilogram (kg) per bijinya. Dengan hasil produksi kentang yang memiliki kualitas yang bagus, maka menjadi salah satu daya tarik kentang Ngadas bagi konsumen. “Meski untuk saat ini, petani di Desa Ngadas masih memasok bibit dari daerah lain. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang terus melakukan pendampingan pada petani kentang Desa Ngadas,” tandasnya.[cyn.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru