Kota Batu,Bhirawa
Cuaca ekstrem dengan hujan intensitas tinggi tak hanya menyebabkan tanah longsor dan banjir di Kota Batu dalam sepekan terakhir. Di akhir pekan kemarin(24/1), juga terjadi angin kencang di beberapa titik hingga merusakkan beberapa rumah warga hingga bangunan sekolah.
Kerusakan yang diakibatkan memaksa warga terdampak harus mengungsib ke tempat yang lebih aman, karena rumah mereka kini sudah tak layak huni fan harus dilakukan perbaikan.
Angin kencang yang terjadi Sabtu (24/1) merusakkan bangunan sekolah di Dusun Dresel, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu. Sebuah tempat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yakni SPS Tunas Harapan yang berlokasi di Jl Anggrek mengalami kerusakan parah pada bagian atap.
Sekitar pukul 04.00 WIB, gedung SPS Tunas Harapan mengalami ambruk pada bagian atap dengan dimensi 8,5 kali 7,5 meter. Dan titik atap ambruk ini tepat berada di ruang yang biasa digunakan anak-anak untuk mengaji.
”Akibatnya, aktivitas belajar- mengajar di SPS Tunas Harapan ini tidak bisan dilaksanakan untuk sementara,” ujar Suwoko, Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Batu, Minggu (25/1).
Selain bangunan sekolah, di hari yang sama angin kencang juga merusak beberapa rumah warga di Desa Oro Oro Ombo. Salah satunya rumah milik Anwar Muhamadin yang atapnya ambruk pada bagian kamar tidur dan ruang keluarga.
Sementara di Kecamatan Junrejo, sebuah pohon Waru setinggi 12 meter tak bisa menahan kuatnya terpaan angin pada Sabtu (24/1). Akibatnya, pohon tersebut tumbang dan menimpa dua rumah warga sekaligus. Kedua rumah itu masing- masing milik Sukemi dan Yeni, warga Dusun Rejoso, Desa/Kecamatan Junrejo, Kota Batu.
Pohon tumbang dan dahan patah dilaporkan juga terjadi di Jl Trunojoyo, tepatnya di depan Kantor Kelurahan Songgokerto, dan juga di wilayah Dusun Caru, Desa Pendem. ”Petugas BPBD Kota Batu bersama relawan telah melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon tumbang serta dahan patah di lokasi kejadian agar akses warga bisa kembali normal,” jelas Suwoko.
Angin kencang juga menyebabkan kerusakan rumah warga di wilayah Kecamatan Bumiaji. Kencangnya angin merusakkan rumah warga an Markumi yang berada di Dusun Krajan, Desa Giripurno. Atap rumah Markumi yang ambruk mencakup area dapur, ruang keluarga, dan kamar tidur dengan dimensi 9 kali 6 meter. Hal ini mmemaksa penghuni rumah mengungsi sementara karena rumah tersebut sudah tidak layak huni.
Di kecamatan ini rumah warga terdampak angin kencang juga terjadi di Dusun Lemah Putih, Desa Sumber Brantas. Di lokasi ini rumah milik Nuril Hisam mengalami kerusakan atap dengan dimensi paling besar. Karena atap yang ambruk memiliki ukuran 12 kali 7 meter. Akibatnya, area dapur dan kamar tidur tertutup material reruntuhan sehingga tidak dapat digunakan untuk sementara.
Langkah penanganan darurat dilakukan BPBD dengan mendistribusikan bantuan logistik dan terpal untuk menutupi bagian atap yang ambruk. Mereka juga melakukan perempesan pohon di jalur-jalur rawan agar tidak ada lagi pohon tumbang yang mengancam pengguna jalan saat angin kencang kembali menerjang.
BPBD juga meminta masyarakat untuk tidak meremehkan anomali cuaca yang masihbsering terjadii. Dan warga diminta segera melapor ke pihak berwajib atau melalui saluran darurat BPBD apabila menemukan potensi bahaya, seperti pohon yang sudah condong, atau struktur bangunan yang mulai retak.
”Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Polres Kota Batu, relawan, serta warga terus siaga dan melaksanakan penanganan cepat terhadap kejadian cuaca ekstrem ini,” tandas Suwoko. [nas.fen]

