24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Pemkot Pasuruan Perkuat Kebijakan Pendidikan Hadapi Bonus Demografi


Pasuruan, Bhirawa
Pemkot Kota Pasuruan menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama kebijakan pembangunan daerah dalam menghadapi bonus demografi dan agenda Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Pasuruan Campus Expo 2026. Kegiatan itu dinilai strategis dalam menyiapkan generasi muda agar memiliki arah pendidikan dan kompetensi yang jelas.

Wali Kota Pasuruan, H Adi Wibowo menyampaikan Campus Expo bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari kebijakan jangka panjang pemerintah daerah untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan pelajar SMA/SMK sederajat.

“Ini adalah bagian dari mimpi besar kita bersama dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi bonus demografi dan menyongsong Indonesia Emas 2045 melalui jalur pendidikan,” tandas Adi Wibowo saat membuka kegiatan di Sandang Ayu Plaza, Kota Pasuruan, Jumat (23/2).

Pasuruan Campus Expo 2026 diikuti sekitar 20 perguruan tinggi negeri dan swasta serta dihadiri kurang lebih 400 pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, pelajar mendapatkan akses langsung terhadap informasi program studi, prospek karier, serta konsultasi pendidikan, yang dinilai penting sebagai dasar pengambilan keputusan pendidikan lanjutan.

Mas Adi sapaan akrabnya menegaskan bonus demografi yang ditandai dominasi usia produktif harus diantisipasi dengan kebijakan pendidikan yang terarah. Tanpa kesiapan kualitas SDM, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban sosial dan ekonomi.

“Bonus demografi hanya akan menjadi peluang jika diiringi dengan kesiapan SDM yang unggul. Karena itu, investasi terbaik yang harus kita siapkan sejak sekarang adalah pendidikan,” jelas Mas Adi.

Berita Terkait :  Komisi B DPRD Surabaya Desak Industri Peleburan Logam di Kandangan Segera Dibongkar

Ia menjelaskan kebijakan pendidikan daerah tidak cukup hanya berfokus pada akses, tetapi juga pada kualitas dan kesinambungan. Campus Expo menjadi salah satu instrumen kebijakan untuk memastikan pelajar memahami pilihan pendidikan tinggi secara rasional dan sesuai dengan kebutuhan masa depan.

“Dan adik-adik bisa melihat langsung potensi kakak-kakaknya yang kuliah di berbagai kampus. Ini penting agar mereka memiliki gambaran konkret dan motivasi kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi,” tambah Mas Adi.

Pejabat nomer satu di Kota Pasuruan ini juga menyoroti korelasi antara keberadaan perguruan tinggi dengan percepatan pembangunan daerah.

Daerah yang memiliki ekosistem pendidikan tinggi, menurutnya, cenderung mengalami peningkatan kualitas SDM, transformasi nilai sosial, serta pertumbuhan ekonomi yang lebih dinamis.

“Penguatan sektor pendidikan akan berdampak luas, bukan hanya pada individu, tetapi juga pada daya saing daerah secara keseluruhan,” imbuh Mas Adi.

Sejalan dengan itu, Pemkot Pasuruan berkomitmen terus mendukung kebijakan dan program yang berorientasi pada pengembangan pendidikan dan generasi muda.

Penguatan kebijakan pendidikan tersebut menjadi bagian dari visi jangka panjang Pemkot Pasuruan untuk mengembangkan daerah tidak hanya sebagai kota santri, tetapi juga sebagai kota pendidikan yang berdaya saing di tingkat regional dan nasional.

“Adanya kebijakan yang pendidikan yang konsisten, kami berharap Kota Pasuruan mampu melahirkan generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global,” ucap Mas Adi. [hil.wwn]

Berita Terkait :  WBP Penghuni Rutan Isi Waktu dengan Baca Al-Qur’an

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru