Karyawan Bulog saat membeli gabah kering giling dari petani di Desa Sanan Kecamatan Pakel, Tulungagung, Mnggu (25/1).
Tulungagung, Bhirawa
Awal tahun 2026, Perum Bulog Kantor Cabang Tulungagung mulai melakukan penyerapan Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani. Penyerapan pertama ini dilakukan di Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Minggu (25/1) dengan total kuantum Gabah sebanyak 19.873 Kg.
Pemimpin Bulog Cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, menyatakan penyerapan GKP petani merupakan wujud gerak cepat Bulog Tulungagung, dalam menjalankan program pemerintah di bidang ketahanan pangan. Selain juga memastikan harga gabah di tingkat petani, tidak jatuh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.
“Penyerapan gabah diawal tahun 2026 ini kami lakukan langsung di tingkat petani. Ini sebagai bentuk komitmen dan gerak cepat Bulog Tulungagung atas arahan Menteri Pertanian dan Direksi Perum Bulog terkait optimalisasi serap gabah beras dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Selanjutnya, ia membeberkan target penyerapan gabah dan beras Bulog Cabang Tulungagung pada tahun 2026 ditetapkan sebesar 64.695 ton setara beras dan optimis target tersebut dapat tercapai. Apalagi mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak terkait.
“Kami akan terus memperkuat koordinasi dan kerjasama dengan Dinas Pertanian, TNI, Polri dan instansi terkait, serta mengoptimalkan kembali sinergi dengan mitra pengolahan guna memaksimalkan potensi panen yang masih ada sepanjang tahun 2026,” paparnya.
Selanjutnya, Yonas Haryadi menandaskan melalui langkah tersebut, Bulog Cabang Tulungagung berkomitmen untuk terus hadir di tengah petani. Yakni dalam menjaga stabilitas harga, memperkuat Cadangan Beras Pemerintah (CBP), serta mendukung ketahanan pangan nasional. (wed.hel)

