Kota Malang, Bhirawa
Wajah transportasi tradisional di Kota Malang mulai memasuki era baru. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, bersama Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) secara resmi menyalurkan 200 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto kepada para pengemudi becak di Kota Malang, Selasa (20/1).
Langkah ini diambil sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan para pengayuh becak sekaligus memperkuat citra Kota Malang sebagai destinasi wisata yang ramah lingkungan.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Presiden atas perhatiannya terhadap sektor informal di wilayahnya. Ia menyebut program ini sangat selaras dengan kebutuhan lapangan, mengingat jumlah pengemudi becak di Kota Malang mencapai 800 orang.
“Saat ini baru 200 yang menerima. Kami berharap ke depan seluruhnya dapat memperoleh becak listrik karena manfaatnya sangat besar bagi kesehatan pengemudi dan daya tarik wisatawan,” ujar Wahyu usai penyerahan secara simbolis.
Untuk mengoptimalkan pengoperasiannya, Pemkot Malang telah menjalin kerja sama dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta pelaku agen perjalanan. Wahyu menegaskan akan segera membentuk paguyuban pengemudi becak listrik sebagai wadah koordinasi.
“Kami juga berencana menetapkan tarif berdasarkan jarak tempuh agar lebih seragam. Hal ini penting untuk menghindari tawar-menawar yang berlebihan, terutama bagi wisatawan mancanegara,” jelasnya.
Terkait infrastruktur, Pemkot Malang menggandeng PLN untuk penyediaan fasilitas pengisian daya. Saat ini, telah tersedia 37 titik pengisian listrik yang tersebar di Kota Malang, dan jumlahnya akan terus ditambah, terutama di kawasan perhotelan dan objek wisata.
Sementara itu, Ketua Yayasan GSN, Letjen TNI (Purn) Teguh Arief Indratmoko, menjelaskan bahwa penyaluran ini merupakan tahap awal. Total 70 ribu unit becak listrik telah dipesan ke PT Pindad untuk program nasional periode 2026-2027.
Agar bantuan tepat sasaran, GSN menerjunkan tim verifikasi langsung ke lapangan. “Prioritas utama adalah mereka yang benar-benar berprofesi sebagai pengemudi becak. Kami survei ulang agar tidak ada bantuan yang salah sasaran,” tegas Teguh.
Menjawab kekhawatiran soal perawatan, GSN telah menjalin MoU dengan PT Pindad dan PT VIAR. Jika terjadi kendala teknis, pengemudi dapat membawa unitnya ke bengkel VIAR yang tersedia di setiap kabupaten.
“Kami pastikan tidak ada becak listrik bantuan Presiden yang mangkrak. Tim khusus juga akan memberikan pelatihan pengoperasian hingga perawatan dasar baterai kepada para penerima,” pungkasnya. [mut.wwn]

