Gresik, Bhirawa
Tim unit reaksi cepat (URC) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Gresik memindahkan pohon penghijauan yang roboh akibat diterjang angin kencang dan hujan. Pohon mindik berdiameter mencapai 80 sentimeter ini susah dipindahkan sehingga harus menggunakan alat berat untuk mengangkatnya.
Pohon mindik sebagai penghijauan jalan tersebut tumbang ke arah lahan kosong pada Jumat, 9 Januari 2026, sehingga tidak menggangu pengguna jalan.
Koordinator Tim URC Dinas PUTR Kabupaten Gresik, Samsul Bakri, mengatakan, pohon tumbang mengakibatkan jalan ambles, sehingga harus segera diperbaiki, agar tidak menggangu pengguna jalan.
”Nanti, setelah batang pohon dipindah, kita akan bangun plengsengan dan menata kembali jalan agar kembali rata,” kata Samsul Bakri, saat di lokasi pohon tumbang, di Jl Raya KH Syafi’i Desa Suci Kecamatan Manyar, Selasa (13/1).
Proses evakuasi batang pohon yang besar beserta akarnya, membuat arus lalu lintas menjadi satu arah, sehingga mengakibatkan penumpukan kendaraan, sebab penebangan disaat pekerja berlalu lintas. Namun, kemacetan dapat diatasi secara buka tutup dan bergantian dari satu arah.
Salah satu pengguna jalan, Junaidi, mengatakan, arus lalu lintas sedikit macet saat melintas di Jl KH Syafi’i, dekat mkam umum Desa Suci. Diharapkan, tidak ada lagi pohon yang tumbang, agar tidak ada korban jiwa.
”Semoga tidak ada pohon lagi yang tumbang, agar pengendara kendaraan di jalan raya selamat. Walaupun macet, kami tetap sabar, sebab ini untuk kelancaran evakuasi pohon tumbang,” kata Junaidi. [eri.fen]

