24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Bangun Jaringan Kolaborasi Disabilitas Kusta dan Down Syndrome, PPDiS Wadahi dengan Sub SCN-BEN

Situbondo, Bhyirawa.
Untuk mewadahi permasalahan yang dialami kaum anak dan remaja dengan disabilitas (Children and Youth with Disabilities/CYWD), PPDiS (Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo) membentuk Sub-Cluster Coordination Network (SCN)program Building Effective Network (BEN), Selasa (13/1).

Ketua Yayasan PPDiS Situbondo, Luluk Ariyantiny mengatakan, wadah ini didalamnya termasuk disabilitas terdampak kusta dan down syndrome yang merupakan bagian penting dari populasi yang memiliki hak setara. “Pembentukan SCN ini untuk memperoleh layanan dasar, perlindungan, serta peluang berkembang secara optimal,” terang Luluk.

Dalam pandangan Luluk, stigma dan mis konsepsi yang melekat pada kusta kerap menimbulkan diskriminasi berlapis, sehingga menghambat mereka dalam memperoleh layanan kesehatan serta dukungan psikososial yang memadai. kata Ketua Yayasan Pelopor Peduli Disabilitas Situbondo.

“Ya, anak dan remaja dengan down syndrome juga masih menghadapi keterbatasan layanan pendidikan inklusif, kurangnya tenaga pendidik terlatih, serta minimnya fasilitas pendukung yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan mereka,” tambah Luluk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Luluk, Liliane Fonds dan NLR Indonesia menginisiasi program Building Effective Network (BEN) sebagai upaya strategis untuk memperkuat ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta dan down syndrome.

“Program ini bertujuan membangun jaringan kolaborasi yang efektif antara organisasi lokal, pemerintah daerah, penyedia layanan, dan komunitas, sehingga menciptakan sistem pendukung yang lebih responsif, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Sebagai mitra lokal, PPDiS mengajak seluruh pihak terkait untuk hadir pada kegiatan Pembentukan Sub-Cluster Coordination Network (SCN) Program BEN ini,” jelas Luluk Ariyantiny.

Berita Terkait :  Puskesmas Kauman Tulungagung Optimalkan Klinik Sanitasi untuk Tanggulangi Penyakit Berbasis Lingkungan

Pembentukan Sub – Cluster Coordination Network (SCN) Program Building Effective Network (BEN) ini, sambung Luluk, sangat penting dilaksanakan agar kebersamaan untuk memperkuat ekosistem layanan inklusif bagi anak dan remaja disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta dan down syndrome.

“Pembentukan Sub – Cluster Coordination Network (SCN) Program Building Effective Network (BEN) ini, untuk melaksanakan program utama anak dan kaum muda disabilitas, termasuk mereka yang terdampak kusta dan down syndrome yang tnggal di pedesaan atau daerah termiskin,” kupas Luluk.

Selanjutnya, tambah Luluk, sasarannya adalah anak perempuan dan perempuan disabilitas, kaum muda dengan hambatan pendidikan dan kesehatan khusus terkait kesehatan seksual dan reproduksi (SRHR), anak disabilitas yang terdampak dengan perubahan iklim dan bencana alam, pendekatan program tidak hanya needs based (berbasis bantuan) tetapi, juga rights-based (berbasis hak). “Ini untuk memastikan inklusi, perlindungan dan pemberdayaan dalam masyarakat mereka mendapat porsi yang lebih adil,” papar Luluk.

Informasi yang berhasil dihimpun Bhirawa menyebutkan pembentukan Sub – Cluster Coordination Network (SCN) Program Building Effective Network (BEN) ini dihadiri TP-PKK, organisasi masyarakat, organisasi pemuda, perwakilan Dinas Sosial, Bapperinda, DP3AP2KB, Dinkes dan pihak Kecamatan se-Situbondo.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru