25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Pemberdayaan Kelompok Tani Jamur Melalui Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Sistem Penyiraman Semi-Otomatis

Surabaya, Bhirawa

 Peningkatan produktivitas pertanian tidak selalu bergantung pada teknologi canggih dan berbiaya tinggi. Bagi kelompok tani jamur, inovasi teknologi tepat guna (TTG) yang sederhana, murah, dan mudah diterapkan justru menjadi kunci keberhasilan. Salah satu bentuk inovasi tersebut adalah sistem penyiraman semi-otomatis tanpa timer dan jaringan pipa, yang dirancang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan petani jamur skala kecil.

 Budidaya jamur menuntut pengelolaan kelembapan yang stabil agar pertumbuhan berlangsung optimal. Selama ini, penyiraman manual kerap menghadapi kendala, seperti ketidakteraturan volume air, kelelahan tenaga kerja, serta risiko jamur rusak akibat penyiraman berlebih. Sistem penyiraman semi-otomatis hadir sebagai solusi alternatif dengan memadukan alat mekanis sederhana dan kontrol manual yang tetap memberi ruang bagi pengalaman petani.

 Teknologi ini bekerja dengan prinsip pengabutan atau penyemprotan air menggunakan alat semprot tanpa pengaturan waktu otomatis dan tanpa instalasi pipa permanen. Petani dapat mengaktifkan sistem saat diperlukan, berdasarkan kondisi suhu dan kelembapan kumbung. Pola ini justru memperkuat peran petani sebagai pengendali utama proses produksi, bukan sekadar operator mesin.

 Keunggulan utama sistem ini terletak pada fleksibilitas dan keterjangkauannya. Tanpa timer dan pipa, biaya investasi menjadi jauh lebih rendah, perawatan lebih mudah, serta risiko kerusakan alat dapat diminimalkan. Teknologi ini juga mudah dipindahkan dan disesuaikan dengan ukuran kumbung yang beragam, sehingga cocok diterapkan oleh kelompok tani jamur pemula maupun skala rumah tangga.

Berita Terkait :  Laskar Gema Tawaf Percepat Pensertifikatan Tanah Wakaf di Kabupaten Lamongan

 Lebih dari sekadar alat produksi, inovasi TTG ini berfungsi sebagai sarana pemberdayaan kelompok tani. Melalui proses pelatihan dan pendampingan, petani diajak memahami prinsip dasar kelembapan, teknik penyiraman yang efisien, serta perawatan alat. Pengetahuan ini meningkatkan kepercayaan diri petani dan mendorong lahirnya inovasi lanjutan berbasis pengalaman lokal.

 Dari sisi ekonomi, penerapan sistem penyiraman semi-otomatis mampu menghemat tenaga dan waktu kerja tanpa menghilangkan sentuhan manusia dalam proses budidaya. Efisiensi ini membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbaiki kualitas panen, serta memperkuat daya saing produk jamur di pasar lokal. Pada akhirnya, pemberdayaan kelompok tani jamur melalui inovasi sistem penyiraman semi-otomatis tanpa timer dan pipa menegaskan bahwa kemajuan pertanian dapat dicapai melalui teknologi yang sederhana, kontekstual, dan berorientasi pada manusia. Inilah wajah pertanian rakyat yang adaptif, mandiri, dan berkelanjutan. *

Tim Penulis :

Rosa Andriani              1112300076 Ilmu Administrasi Negara

Rivandi Septian Akbar 1152200156 Ilmu Komunikasi

Siska Sindi Pratama    1152200409 Ilmu Komunikasi

Deny Rahma Afifi 1412200050 Teknik Industri

M. Ferdianto 1462200234  Teknik Informatika

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru