Kota Batu, Bhirawa
Pemerintah Kota (Pemkot) Batu tak ingin berlama- lama melihat warganya yang terdampak cuaca ekstrem. Pemkot Batu melakukan giat rehabilitasi dan perbaikan wilayah terdampak bencana.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bersama Dinas Permukiman (Disperkim) setempat melaksanakan kegiatan Assessment Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2) pasca kejadian bencana di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Dalam sepekan terakhir, desa ini dilanda cuara ekstrem berupa hujan irensitas tinggi yang disertai angin kencang.
Kegiatan A2R2 dilaksanakan di beberapa titik lokasi di Desa Sumber Brantas. BPBD dan Disperkim didampingi Pemerintah Desa ini melakukan assessment atau evaluasi pasca bencana mengumpulkan dan menganalisis data terkait dampak dan kebutuhan setelah bencana.
“Dengan mengevaluasi kerusakan yang diakibatkan hujan intensitas tinggi yang disertai angin kencang ini akan kita jadikan bahan untuk perencanaan respons, membantu dalam pemulihan, dan rekonstruksi kerusakan akibat bencana (cuaca ekstrem),” ujar Suwoko, Plt Kalaksa BPBD Kota Batu, Minggu (11/1)
Ia menjelaskan ada dua titik di Desa Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji yang telah dilakukan assesment. Yaitu, di wilayah RT01 RW02, dan di wilayah RT06 RW01 yang keduanya masuk dalam Dusun Lemah Putih di desa tersebut.
Adapun A2R2 ini bertujuan untuk melakukan pendataan awal terhadap tingkat kerusakan, serta mengidentifikasi kebutuhan penanganan pasca bencana. Data hasil assessment ini akan digunakan sebagai dasar dalam penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.
BPBD Kota Batu terus berupaya melakukan penanganan pasca bencana secara cepat, tepat, dan terkoordinasi bersama unsur terkait. Hal ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan kondisi masyarakat terdampak serta meminimalkan potensi risiko bencana di masa mendatang.
Diketahui, cuaca ekstrem yang terjadi dalam rentang waktu sepekan terakhir telah menyebabkan kerusakan beberapa rumah warga di Desa Sumber Brantas. Di wilayah RT06 RW01 Dusun Lemah Putih, Desa Sumberbrantas, hujan itensitas tinggi yang disertai angin kencang menyebabkan atap rumah warga an.Aris mengalami kerusakan.
“Hujan itensitas tinggi disertai angin kecang menyebabkan atap rumah milik Pak Aris dengan ukuran panjang 8 meter dan lebar 5 meter ambruk. Hal ini menyebabkan rumah ini untuk sementara tidak dapat ditempati,” jelas Suwoko. Kerusakan juga menimpa rumah milik Eko Prasetyo dengan ukuran meter dan lebar 1 meter. Kerusakan yang terjadi juga serta menyebabkan bagian atap lainnya menjadi rawan mengalami ambruk susulan.
Selain itu cuaca ekstrem juga berdampak pada pemukiman warga di Dusun Jurangkuali RT06 RW 05, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji. Di lokasi ini hujan intensitas tinggi telah menyebabkan plengsengan teknis dengan dimensi panjang 5 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 2 meter mengalami longsor.
Material longsor mengakibatkan akses jalan yang ada disekitar lokasi menjadi terganggu. Untuk itu BPBD merekomendasikanperbaikan kembali plengsengan teknis oleh dinas terkait. Adapun pembersihan material longsor telah dilakukan setelah diterimanya laporan adanya bencana cuaca ekstrem.
Tak hanya di Desa Sumber Brantas, cuaca ekatrem juga berdampak pada pemukiman warga di Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo. Titik lokasi bencana tepatnya berada di Jl. Mawar RT 01 RW 04, Dusun Karang Mloko. Di lokasi ini angin kencang menyebabkan atap rumah milik Sukatin dengan dimensi panjang 8 meter dan lebar 6 meter terbawa angin dan mengalami ambruk. Material atap tersebut terhempas hingga ke lahan kosong sejauh kurang lebih 50 meter dari lokasi kejadian. [nas.gat]

