24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Alun-alun Probolinggo Kembali Dibuka, Pemkot Ingatkan Soal PKL dan Perawatan

Kota Probolinggo, Bhirawa
Revitalisasi kawasan Alun-alun Kota Probolinggo resmi dibuka, Sabtu (10/1) petang. Trotoar baru, taman, serta sejumlah fasilitas publik kembali dioperasikan setelah proses pengerjaan rampung.

Namun, di balik wajah baru yang lebih rapi dan terang, tantangan penataan, perawatan, hingga pengendalian aktivitas di kawasan tersebut mulai menjadi sorotan.

Aminuddin menegaskan, Alun-alun bukan sekadar proyek fisik, tetapi ruang publik yang harus dijaga bersama. Ia juga mengingatkan agar kawasan tersebut tidak kembali dipenuhi aktivitas yang mengganggu fungsi ruang terbuka.

“Kita bersama-sama menjaga keindahan dan kerapiannya. Ini akan terus kita evaluasi. Pohon, bunga, dan rumput ini masih baru, jangan sampai rusak atau hilang. Alun-alun ini bukan untuk PKL maupun permainan liar,” tegas Aminuddin.

Selain Alun-alun, Pemkot juga meresmikan beberapa proyek lain, di antaranya preservasi Jalan Soekarno Hatta-Panglima Sudirman, akses masuk Pasar Baru, penataan Sentra Wisata Kuliner (SWK) GOR A. Yani, serta perubahan akses Gedung Dekranasda.

Namun, Aminuddin mengakui pekerjaan rumah terbesar bukan hanya pada pembangunan, melainkan konsistensi pengelolaan.

“Percantik itu mudah, menjaganya yang sulit. Ini semua akan kita pantau terus,” ujarnya.

Di lapangan, antusiasme warga cukup tinggi. Bangku taman dipenuhi pengunjung, anak-anak kembali bermain di sekitar air mancur, dan trotoar dimanfaatkan pejalan kaki.

Meski demikian, sejumlah titik terlihat masih menyisakan genangan air akibat hujan sore hari, menjadi catatan awal yang perlu segera ditindaklanjuti.

Berita Terkait :  Pemdes Cerme Kidul Gresik Pastikan Proyek Kanopi Kantor Desa sesuai RAB

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Setyorini Sayekti mengakui bahwa evaluasi teknis masih akan terus dilakukan, mengingat proyek masih dalam masa pemeliharaan pihak ketiga selama satu tahun.

“Genangan hari ini karena intensitas hujan tinggi dan kondisi pasang laut. Tapi ini tetap jadi evaluasi. Pekerjaan fisik tidak berhenti saat diresmikan, justru setelah dibuka harus lebih ketat kita pantau,” jelas Setyorini.

Ia juga menegaskan, Alun-alun tidak akan difungsikan sebagai area PKL. Penataan kawasan akan melibatkan Satpol PP, DLH, dan DKUP agar fungsi ruang terbuka tetap terjaga.

“Belajar dari daerah lain, alun-alun itu ruang publik, bukan tempat berdagang. Penertiban dan pembinaan akan jalan bersamaan,” katanya.

Dengan dibukanya kembali Alun-alun, Pemkot kini dihadapkan pada pekerjaan lanjutan: memastikan ruang publik ini tidak kembali semrawut, bebas dari PKL liar, terawat, serta benar-benar nyaman bagi warga. (fir.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru