Situbondo, Bhirawa
Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Situbondo secara resmi melantik susunan pengurus baru masa bakti 2025-2030. Pengukuhan digelar di Ballroom Hotel Rosali, Kamis (8/1) kemarin, dihadiri Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Sandi, beserta jajaran pengurus Provinsi Jatim dan seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Situbondo.
Ketua DPC PKDI Situbondo terpilih, H Juharto, yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Banyuputih, menekankan bahwa PKDI bukan sekadar organisasi formal, melainkan menjadi motor penggerak utama kemajuan daerah.
”Tujuan utama kami adalah mempererat koordinasi. Kemajuan Kabupaten Situbondo dimulai dari kemajuan desa-desa. Tanpa komunikasi yang solid antar kepala desa, mustahil kita bisa mencapai percepatan pembangunan yang merata,” ujar H. Juharto.
H Juharto juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan PKDI sebagai wadah diskusi sehat dalam memecahkan berbagai tantangan yang dihadapi perangkat desa.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PKDI Jawa Timur, Sandi, mengatakan bahwa posisi PKDI sebagai organisasi profesi yang mandiri dan independen. “PKDI memiliki identitas sendiri namun tetap mengusung visi yang selaras untuk kesejahteraan desa. Kami tidak memaksakan kepala desa untuk bergabung ke satu lembaga tertentu, yang terpenting mereka memiliki wadah perjuangan untuk menyalurkan aspirasi secara kolektif,” jelasnya.
Pengukuhan ini, ungkap Sandi, diharapkan menjadi momentum kebangkitan sinergi antar desa di Situbondo, dengan komitmen untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan kepala desa, memperkuat advokasi kebijakan yang berpihak pada masyarakat desa, dan membangun jejaring ekonomi antar desa.
”Dengan terbentuknya kepengurusan periode 2025-2030, DPC PKDI Situbondo, kami siap menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat desa yang lebih mandiri dan sejahtera,” tutur H Juharto.
H Juharto menegaskan, keberadaan PKDI sendiri merupakan organisasi profesi yang menghimpun para kepala desa di seluruh Indonesia. ”Ya, ini untuk meningkatkan kualitas kepemimpinan, persaudaraan, dan kolaborasi demi pembangunan desa yang lebih progresif,” tandasnya. (awi.fen)

