24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Merayakan Swasembada

Presiden Prabowo Subianto merayakan realisasi swasembada beras, sekaligus panen raya, bersama petani di desa Kertamukti, Karawang, Jawa Barat. Bagai mengingatkan, bernostalgia empat dekade silam, Presiden RI ke-2, pak Harto, juga mengikuti panen raya. Berpuncak pada penerimaan medali (Ceres Medal), oleh Badan Pangan Dunia, tahun 1985. Pengakuan terhadap sukses Indonesia dalam swasembada beras. Walau tidak mudah mencapai swasembada dan lebih sulit pula mempertahankan.

Medali bertuliskan “From Rice to Self Sufficiency,” (Dari Beras Menuju Swasembada) diberikan oleh Direktur Jenderal FAO (Food and Agriculture Organization). Sesuai titel medali, Badan Pangan dan Pertanian Dunia, mengakui Indonesia telah sembada beras (sebagai bahan pangan pokok utama), sejak tahun 1984. Bahkan pada saat itu pula (14 November 1985) Indonesia memberi bantuan 100 ribu ton beras kepada negara-negara di Afrika yang mengalami krisis pangan.

Persis empat dekade kemudian, menandai swasembada beras 2025, juga diberikan bantuan pangan sebanyak 10 ribu ton. Bantuan beras diberikan kepada rakyat Palestina di Gaza, diterima oleh Menteri Pertanian Palestina, Rezq Basheer Salimia, pada Juli 2025. Sekaligus menandai persahabatan Indonesia – Palestina, yang telah terjalin sejak sebelum Kemerdekaan kedua negara.

Serasa percaya tak percaya, Presiden Prabowo dengan keyakinan yang mantap, menyatakan, “Bismillah, pada 7 Januari 2026, saya Presiden Prabowo Subianto, mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan bagi rakyat Indonesia.” Diperlukan upaya sistemik ke-pertani-an, termasuk modernisasi alat dan mesin pertanian (alsintan). Sebelumnya Presiden memerintahkan menggunakan metode kearifan tradisional “Lumbung Pangan” dimulai dari tingkat desa.

Berita Terkait :  Dinsos Jatim Monitoring Penyaluran PKH Plus Tahap III di Empat Daerah

Bahkan setiap kabupaten dan kota bisa swasembada pangan. Bukan sekadar beras, melainkan diversi (berbagai jenis) bahan pangan khas daerah. Instruksi diberikan kepada jajaran Kementerian Pangan, dan jajaran terkait untuk mencapai swasembada pangan. Kementerian Pertanian bertekad swa-sembada beras pada tahun (2025) . Walau terdapat kendala ke-iklim-an. Total hasil panen sepanjang tahun 2025 sebanyak 34,71 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah ke-pertani-an di Indonesia.

Presiden bertekad swasembada menjadi keniscayaan. Karena Indonesia memiliki area hamparan yang luas, dan tanah yang subur. Semula swasembada ditarget selama 4-5 tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo. Kenyataannya bisa terealisasi pada tahun pertama. Namun diakui masih banyak masyarakat yang belum menikmati hasil kekayaan (kesuburan) bumi. Sehingga untuk urusan pangan maasih harus impor. Tergolong musykil, tidak masuk akal. Maka ke-musykil-an harus diterobos.

Stop impor beras tergolong lompatan prestasi. Karena selama dua dekade selalu impor beras. Bahkan setahun lalu (pada tahun 2024) tercatat impor terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak 5 juta ton. Padahal swasembada pangan merupakan pondasi utama keberlangsungan bangsa. Negara wajib menjamin ketersediaan pangan, sesuai mandat konstitusi. Kewajiban pangan tercantum dalam UU Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan.

Khususnya pada pasal 13, dinyatakan, “Pemerintah berkewajiban mengelola stabilitas pasokan dan harga Pangan Pokok, mengelola cadangan Pangan Pokok Pemerintah, dan distribusi Pangan Pokok untui mewujudkan kecukupan Pangan Pokok yang aman dan bergizi bagi masyarakat.” Nyata terdapat mandat melalui frasa kata, “mengelola cadangan Pangan Pokok Pemerintah ….”

Berita Terkait :  Popda Petanque, Ajang Gali Potensi dan Tempa Prestasi Atlet Muda

Frasa kata”Cadangan Pangan Pokok Pemerintah,” tak lain, adalah lumbung pangan. Yakni menyisihkan sebagian hasil panen, setelah perhitungan kecukupan konsumsi. Lumbung Pangan, bertujuan sebagai cadangan sebagai antisipasi musim ke-iklim-an yang buruk.Swasembada pangan patut di-raya-kan. Namun juga wajib dilestarikan melalui berbagai upaya. Terutama irigasi.

Pemerintah seyogianya segera me-masal-kan modernisasi alat dan mesin pertanian. Serta peningkatan cara bercocok tanam yang baik dan benar, dengan pupuk yang sesuai kebutuhan.

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru