Kota Kediri, Bhirawa.
Harapan baru bagi pelaku usaha kecil tumbuh di balik etalase Warung ZMart milik Ibu Wanti di Kelurahan Rejomulyo. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia bersama Pemerintah Kota Kediri resmi meluncurkan Program Pemberdayaan Ekonomi ZMart, Rabu (7/1).
Peluncuran program ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, Pimpinan BAZNAS RI, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur, Ketua BAZNAS Kota Kediri, serta Wakil Wali Kota Kediri. Kegiatan tersebut sekaligus menandai tuntasnya penyaluran bantuan kepada seluruh saudagar penerima manfaat Program ZMart di Kota Kediri.
Program ZMart tidak hanya berfokus pada bantuan permodalan, tetapi juga menghadirkan pendampingan usaha, pelatihan, serta penguatan kapasitas bagi para pelaku usaha kecil. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian ekonomi keluarga dan keberlanjutan usaha mustahik di tengah tantangan ekonomi.
Sebanyak 60 saudagar ZMart menerima bantuan dengan total nilai Rp480 juta yang bersumber dari BAZNAS RI dan BAZNAS Kota Kediri. Bantuan ini diharapkan menjadi penguat langkah para penerima manfaat untuk tumbuh bersama, meningkatkan skala usaha, dan menciptakan masa depan keluarga yang lebih baik.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa Program ZMart merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota Kediri bersama BAZNAS dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan. Menurutnya, program ini dirancang tidak hanya untuk membantu modal usaha, tetapi juga membekali penerima manfaat dengan pelatihan dan pendampingan agar kapasitas usaha terus meningkat.
“Melalui program ini, para mustahik didorong untuk berkembang dan naik kelas menjadi muzaki, sekaligus berkontribusi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat Kota Kediri,” ujar Vinanda.
Lebih lanjut, Wali Kota Kediri menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan seluruh elemen masyarakat dalam mengoptimalkan zakat sebagai instrumen penggerak ekonomi umat. Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci keberlanjutan program.
“Saya berharap Program ZMart terus berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal Kota Kediri serta menjadi contoh praktik pemberdayaan mustahik yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi perekonomian daerah,” tandasnya.

Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, berpesan agar para mustahik menjaga dan memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya. Ia menegaskan bahwa dana yang disalurkan berasal dari dana zakat yang suci sehingga harus dikelola secara amanah dan membawa keberkahan.
Saidah juga berharap 60 saudagar ZMart di Kota Kediri dapat tumbuh menjadi saudagar-saudagar harapan. Keberhasilan usaha, menurutnya, harus berdampak pada peningkatan kualitas keluarga, khususnya pendidikan dan kesehatan anak-anak. “Bukan sekadar menjadi kaya, tetapi menjadi keluarga dengan kualitas terbaik, memiliki pendidikan yang baik dan kesehatan yang baik,” tuturnya.
Saidah mengapresiasi kolaborasi antara BAZNAS Kota Kediri dan Pemerintah Kota Kediri. Ia berharap Program ZMart dapat menjadi contoh pemberdayaan ekonomi mustahik yang dapat direplikasi di daerah lain di Indonesia.[van.nov.ca]

