Oleh :
Rioga Fransistyawan
Founder Ruang Cerita dan Mahasiswa Pascasarjana UIN KHAS Jember
Guru salah satu pekerjaan yang mulia. Bisa dikatakan guru bukanlah pekerjaan namun, pengabdian yang tiada henti. Sosok guru merupakan sosok penting bagi masa depan bangsa dan negara.
Dengan adanya guru semua pekerjaan bisa terjadi hingga jabatan apapun bisa digapai karena seorang guru.Tak dapat dipungkiri jika keinginan menjadi guru adalah cita-cita mulia untuk esok hari.Bahkan, tersemat dan dirayakan pada hari guru.Penghargaan guru tidak hanya satu hari melainkan setiap hari adalah hari guru untuk kita bisa rayakan dan berikan kebahagiaan kepada mereka.
Hari guru termasuk salah satu penghargaan yang patut kita hargai selamanya bukan hanya satu hari.Tugas guru bukan hanya mengajar tetapi, lebih daripada itu.Bukan sebatas pengajar tapi, pembawa cahaya untuk semua orang untuk meninggalkan kebodohan.Sayyidina Ali pernah berkata bahwa seorang guru adalah yang mengajar.Siapapun yang mengajar satu huruf dialah seorang guru. Jangan menganggap bahwa guru adalah yang duduk di depan dalam ruangan kelas akan tetapi, guru adalah semuanya. Tanpa kita sadari setiap kata yang diajarkan oleh guru memberikan satu langkah menuju kesuksesan dan dua langkah meninggalkan ketidaktahuan.Guru juga harus memberikan teladan yang baik untuk diikuti siswa agar dapat menjadi manusia yang berakhlakul karimah dan bertata karma.
Namun, tidak untuk saat ini yang sudah beralih zaman.Dulunya seorang guru adalah mimpi besar bagi seorang anak saat masih duduk di bangku sekolah dasar.Menjadi guru adalah keinginan orang tua dengan seragam yang khas dan bersepatu menjadi alasan kuat untuk mendidik anak agar menjadi guru. Tapi, tidak untuk saat ini yang sudah tak lagi menarik bagi kalangan generasi Z. Mengapa demikian ? Apakah karena faktor internal atau memang tidak menyukai ?Pastinya terdapat faktor yang membuat mahasiswa tidak meminati menjadi guru.
Berikut faktor-faktor yang sudah tak lagi diminati menjadi guru yaitu pertama, banyaknya tugas administrasi yang menumpuk sampai lupa dengan pendidikan dan pengajaran.Tuntutan yang terus menerus dan birokrasi yang ribet menjadikan ketidaknyamanan menjadi guru.Harusnya guru menjadi tempat ternyaman siswa saat belajar namun, tidak dengan kesibukan kertas yang terus dicetak setiap waktu.
Kedua, kurikulum yang terus berubah menjadikan guru sebagai korban atau eksperimen bagi atasan yang rakus hanya keinginan untuk program agar dana turun. Hal ini yang membuat seorang guru harus menjadi ultramen yang kuat dengan perubahan cuaca kurikulum setiap tahunnya.Didikan yang harusnya dapat terinternalisasi ke siswa malah menjadikan siswa harus pusing dan tidak nyaman bersekolah. Menteri yang berubah akan menjadikan kurikulum terus direvisi.
Ketiga, persoalan gaji yang bisa dibilang sangat kecil.Memang jika menjadi guru jangan melihat soal gaji.Namun, bangsa yang besar terlahir dari anak-anak yang di didik oleh guru yang dihargai.Namun, tidak untuk saat ini. Guru dicekoki dengan bahasa ikhlas tanpa memikirkan masa depan guru. Hal ini yang menjadikan guru sudah tak lagi diminati meskipun berseragam.
Keempat, pilihan karier yang lain lebih menjanjikan daripada guru. Pekerjaan yang terdapat di perusahaan lebih banyak peminat dikarenakan soal kesejahteraan dan gaji yang jauh lebih tinggi. Banyaknya orang yang lebih bekerja di perusahaan meskipun tuntutan yang keras namun, sesuai dengan yang dikerjakan namun, tidak untuk guru yang banyak tuntutan akan tetapi, tidak disejahterakan dan tidak dihargai oleh pemerintah.
Kelima, tekanan dan tuntutan sosial seringkali dihadapi oleh guru.Apalagi di zaman yang orang tua ikut serta karena anaknya dimarah karena salah menjadi ketidakwajaran di lembaga sekolah.Harusnya kesalahan yang dilakukan oleh siswa guru berhak menegur dan memarahi agar tidak menjadi manusia yang kurang baik.Tapi, tidak untuk orang tua sekarang yang menuntut guru karena mereka ibarat sudah membayar dan guru harus bisa segalanya.
Selain factor yang kurang tertarik menjadi seorang guru.Namun, guru adalah seorang yang mulia.Memberikan ilmu yang tiada henti dan ikhlas memberi meskipun seringakli tidak pernah dihargai.Saat ini memanglah tidak menarik tetapi, seorang guru itu memiliki nilai yang tidak pernah hilang dari masa ke masa. Guru akan tetap menjadi guru. Guguh dan ditiru sebutan dari Ki Hajar Dewantara yakni seorang bapak pendidikan mengatakan kalau menjadi guru bukan hanya mengajar tapi, mendidik siswa dan menjadi tauladan yang baik.Setiap orang adalah guru tidak terpaku dengan tempat, namun guru bisa dimanapun dan kapanpun bisa mengajar.Di sisi lain selain tak lagi menarik di zaman sekarang guru memiliki nilai yang tersirat dan jarang sekali didengar dan dibaca oleh orang lain.
Mencerdaskan generasi penerus bangsa untuk dapat membangun masa depan yang lebih baik. Menjadikan siswa cerdas membutuhkan waktu panjang dengan keihklasan yang tinggi dan tanggung jawab moral yang harus dilakukan oleh guru. Sehingga siswa akan menjadi orang yang terbaik dan membanggakan bagi negara. Bukan hanya mengajar tetapi, benar-benar menjadi tauladan yang baik bagi siswa.Bahkan, menjadi guru dapat membuka peluang masa depan jauh lebih besar bagi siswanya.
Mungkin tak terlihat saat di bangku sekolah namun, saat totalitas dan keikhlasan dipadukan maka, siswa akan lebih mengerti dan memahami guru dan berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat esok hari. Hal inilah yang dapat membangun masyarakat yang berkualitas dari segi intelektual maupun dari religius.Saat menjadi guru, memang tidaklah mudah untuk mendidik siswa.Namun, dengan kesabaran, keinginan yang kuat untuk menjadikan siswa harus jauh lebih baik dari dirinya adalah impian setiap guru.Bahkan, guru mengingkan kabar dari siswanya saat sudah meraih kesuksesan dan menggapai impiannya.
Oleh karenanya, guru memang pahlawan tanpa jasa.Namun, sebagai bangsa yang besar perlunya penghargaan kepada guru. Karena presiden tidak akan jadi jika tidak ada guru. Dokter, pengusaha, bahkan menteri sekalipun tidak akan menjadi spesialis atau pandai jika tidak ada guru yang mendidiknya dari kecil. Hal inilah yang diinginkan guru, sebuah penghargaan dengan melihat masa depan guru bukan menjadi korban yang terus menerus terjadi setiap tahunnya.Harusnya guru bisa lebih bisa menikmati setiap waktunya bersama siswa untuk belajar.
Kesibukan yang terus menerus sampai lupa dengan tugasnya sebagai seorang guru adalah tanda bahwa pendidikan tidak dipandang sebagai pondasi untuk bangsa. Melainkan pendidikan menjadi bahan untuk menggelontorkan dana yang itu tidak diberikan kepada guru-guru yang sudah mengabdi lama.
Guru untuk saat ini tidak menarik namun, kita tidak akan sejauh ini tanpa ada perjuangan dan pengorbanan bahlan doa-doa guru yang terus dilantukan tiap malam. Guru mungkin tak dihargai namun, nilai guru tidak akan hilang oleh waktu dan akan tercatat selalu. Berseragam memang tidak menarik tapi, ingat bahwa dari guru yang berseragam kita bisa menghadapi dan melanjutkan untuk menggapai mimpi bersama.
———— *** —————
?

