Surabaya, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur mencatat kinerja transportasi di Jawa Timur pada November 2025 mengalami penurunan secara bulanan (month-to-month/m-to-m), baik pada moda udara, laut, maupun kereta api.
Meski demikian, secara tahunan (year-on-year/y-on-y) beberapa indikator masih menunjukkan pertumbuhan positif.
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur Zulkipli menjelaskan, jumlah kedatangan penumpang angkutan udara domestik ke Jawa Timur pada November 2025 tercatat sebanyak 472,35 ribu orang, turun 8,62 persen dibandingkan Oktober 2025.
Sementara itu, jumlah penumpang udara domestik yang berangkat dari bandara di Jawa Timur mencapai 488,76 ribu orang, atau turun 7,79 persen secara bulanan.
“Penurunan ini dipengaruhi oleh faktor musiman, namun secara tahunan kinerja penumpang udara domestik masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik,” ujar Zulkipli saat menyampaikan Berita Resmi Statistik yang dirilis Senin (5/1/2026).
Secara tahunan, jumlah penumpang udara domestik yang berangkat justru meningkat 15,20 persen, sementara kedatangan penumpang domestik tumbuh 2,44 persen dibandingkan November 2024.
Bandara Juanda Surabaya masih mendominasi aktivitas penerbangan dengan kontribusi lebih dari 94 persen terhadap total pergerakan penumpang udara domestik Jawa Timur.
Untuk angkutan laut, BPS mencatat jumlah kedatangan penumpang pelayaran domestik pada November 2025 sebanyak 72,09 ribu orang, turun 22,99 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Adapun jumlah penumpang pelayaran domestik yang berangkat tercatat 72,64 ribu orang, atau turun 22,13 persen secara m-to-m.
“Walaupun secara bulanan mengalami penurunan cukup dalam, secara year-on-year kedatangan penumpang laut domestik masih tumbuh 22,14 persen,” kata Zulkipli.
Dari sisi logistik laut, jumlah barang yang dimuat melalui pelayaran domestik di pelabuhan Jawa Timur pada November 2025 tercatat 3,00 juta ton, turun 4,32 persen dibandingkan Oktober 2025. Sementara barang yang dibongkar turun 13,63 persen menjadi 2,91 juta ton.
Sementara itu, pada moda transportasi darat, jumlah penumpang kereta api yang menggunakan stasiun di Jawa Timur pada November 2025 mencapai 2,20 juta orang, turun 3,61 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Penurunan terjadi baik pada layanan kereta kelas lokal maupun kelas utama, meskipun kelas lokal tetap mendominasi dengan porsi sekitar 60 persen dari total penumpang.
Zulkipli menambahkan, penurunan aktivitas transportasi secara bulanan merupakan pola yang kerap terjadi menjelang akhir tahun di luar periode libur panjang.
“Data ini menjadi indikator penting bagi pemerintah dan pelaku usaha untuk membaca dinamika mobilitas masyarakat serta pergerakan logistik di Jawa Timur,” ujarnya. [rac.gat]

