25 C
Sidoarjo
Thursday, February 5, 2026
spot_img

Musim Baratan, DPRD Gresik Dorong Bansos Nelayan

DPRD Gresik, Bhirawa
Nelayan yang mulai terdampak musim baratan, memasuki musim hujan yang disertai angin kencang. Susah mencari ikan, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik. Dorong pada pemerintah bansos, sebab mereka tidak bisa melaut untuk mendapatkan ikan.

Menurut Anggota Komisi II DPRD Gresik Muhammad Kurdi mengatakan, bahwa pada musim hujan yang disertai angin barat. Kerap berlangsung selama beberapa minggu, bahkan hingga berbulan-bulan.

Berdampak langsung pada perekonomian nelayan dan keluarganya, yang memang beban hidup mereka bergantung dari laut.

“Para Nelayan sudah banyak yang mengeluh dari hasil pendapatan ikan, dan tidak bisa melaut karena cuaca buruk angin kencang. Dan mulai meneriakkan bansos karena sudah mulai musim baratan, tiap hari tidak punya pekerjaan karena mengantungkan laut,” ujarnya.

Musim bantaran bisa berlangsung lama tergantung dari cuaca, jika para nelayan tidak punya pendapatan hidup tiap hari berpengaruh terhadap biaya hidup sehari-hari.

Pada kondisi seperti ini pentingnya, kehadiran pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nelayan selama musim baratan berlangsung. Bantuan sosial menjadi solusi jangka pendek, yang sangat dibutuhkan oleh nelayan terdampak.

“Sampai saat ini di musim bantaran, belum ada solusi untuk para nelayan. Kami mendorong agar pemerintah tidak hanya bergantung pada solusi jangka pendek, perlu adanya program jangka panjang yang berkelanjutan (sustainable). Untuk meningkatkan ketahanan ekonomi nelayan, selain dari pekerjaanya dilaut,” ungkapnya.

Berita Terkait :  Lapas Lamongan Gelar Panen Raya, Wujud Pembinaan Kemandirian Warga Binaan Dukung Swasembada Pangan

Ditambahkan Muhammad Kurdi, bahwa adanya program alternatif berharap para nelayan dapat beralih kegiatan saat musim baratan tiba. Sehingga perekonomian mereka tetap terjaga meskipun tidak bisa melaut, seperti program budidaya perikanan darat atau program pemberdayaan lain yang masih beririsan dengan habitat nelayan.

Salah satu nelayan Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah Gresik, Fajar Anas mengatakan. Bahwa

untuk tahun ini tidak ada bantuan dari pemerintah.

Bahkan untuk melaut saja masih utang untuk membeli bahan bakarnya, untuk tangkapan ikan sangat minim karena cuaca yang tidak menentu di musim bantaran.

“Tahun dulu kalau musim baratan seperti, dari Dinas Kelautan dan Perikanan setiap tahun ada Bansos. Bantuan hanya 5 sampai 10 sembako, dan tidak cukup untuk kouta para nelayan di Desa Banyuurip Kecamatan Ujungpangkah.

Dari jumlah nelayan di Banyuurip sebanyak 400-500 an orang, berharap kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk lebih diperhatikan lagi,” pungkasnya. [kim.dre]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru