25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Lahan Bekas Banjir Disulap Jadi Pusat Tanaman Buah Alpukat Unggulan di Situbondo

Situbondo, Bhirawa
Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo dan Ketua TP PKK Situbondo, Una Laili memetik buah Alpukat Markus dan Alpukat Miki, serta melon di Agrowisata Sampean Green Farm (SGF) Desa Kotakan, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, akhir pekan kemarin.

Ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, Una Laili yang akrab dipanggil Mbak Una mengatakan memetik buah langsung di Agrowisata SGF Desa Kotakan mempunyai sensansi tersendiri.

”Saya mengajak kepada seluruh masyarakat Situbondo dan masyarkat luar tetangga Kabupaten Situbondo untuk merasakan sensasi memetik buah langsung di Agrowisata SGF Desa Kotakan ini,” ajak Mbak Una.

Mbak Una mengatakan, tidak ada biaya tiket untuk masuk memetik buah alpukat dan melon yang ditanam dilahan seluas 1,4 hektare ini. Sebaliknya, kata Mbak Una, warga hanya dikenakan biaya membeli Rp35 ribu per kilogram.

”Buah alpukat yang ditanam di Agrowisata SGF Desa Kotakan Situbondo ini ada beberapa jenis. Diantaranya Alpukat Miki, Markus dan Aligator. Dan ke depan di lokasi ini juga akan ditanam pohon durian,” jelas Mbak Una.

Istri Bupati Situbondo ini berharap, Agrowisata SGF Desa Kotakan Situbondo ini terus berkembang dan maju pesat. ”Buah alpukat nya super-super, semoga Agrowisata SGF ini terus berkembang,” jelas Mbak Una.

Sementara itu, Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendukung adanya Agrowisata SGF Desa Kotakan ini. ”Saya juga berharap di desa-desa lain bisa memanfaatkan lahan-lahan tidur untuk dijadikan Agrowisata seperti di Desa Kotakan ini,” kata Mas Rio, panggilan akrabnya.

Berita Terkait :  Bank Jatim Raih ARA 2024 Kategori BUMD Go Publik Keuangan

Mas Rio menegaskan, Agrowisata SGF Desa Kotakan ini memanfaatkan lahan terkena banjir, namun bisa dikembangkan menjadi Agrowisata SGF Alpukat.

”Ini bagian dari argo planner yang menyulap lahan bekas banjir yang tidak laku dijual menjadi Agrowisata SGF Alpukat. Dari tangan-tangan terampil masyarakat Situbondo, seperti Mas Herman dan masyarkat Desa Kotakan lainnya dan dibantu DR Ir H Khairul Adi, terciptalah argo planner SGF alpukat yang mempunyai nilai ekonomi luar biasa,” kata Mas Rio.

Mas Rio juga mengajak masyarakat Situbondo dan luar Situbondo untuk mengunjungi Agrowisata SGF di Desa Kotakan untuk merasakan sensasi memetik buah Alpukat dan buah Melon secara langsung. ”Untuk petik buah secara langsung, kita patok harga Rp35 ribu per kilogramnya,” tandas Mas Rio.

Sementara itu, Herman pengelola Agrowisata SGF Alpukat mengucapkan terima kasih atas kehadiran Mas Rio dan Mbak Una untuk memetik buah secara langsung di Agrowisata SGF. ”Terima kasih Mas Bupati dan Mbak Una atas kehadirannya,” kata Herman. [awi.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru