24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Napak Tilas Satu Abad NU di Bangkalan Tegaskan Estafet Perjuangan Ulama


Bangkalan, Bhirawa
Semangat menelusuri jejak sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) kembali menggema melalui kegiatan Napak Tilas Satu Abad NU yang dimulai dari Bangkalan hingga Tebuireng, Jombang.

Prosesi Napak Tilas ditandai dengan penyerahan simbol historis berupa tongkat dan tasbih oleh perwakilan cicit Syaikhona Kholil, KH Fachruyddin Aschol, kepada KH Azaim Ibrohimi, cucu Kiai As’ad Samsul Arifin sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo

Kegiatan ini menjadi simbol kesinambungan perjuangan para ulama dalam membangun peradaban Islam Nusantara, yang moderat dan berakar kuat pada nilai kebangsaan.

Salah satu Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, KH Imam Buchori, menjelaskan bahwa panitia secara khusus membatasi jumlah peserta hanya sebanyak 1.000 orang. Minggu (4/1).

Kebijakan tersebut diambil untuk menjaga ketertiban dan kelancaran kegiatan, mengingat besarnya antusiasme masyarakat dari berbagai daerah yang ingin turut ambil bagian. “Kalau tidak dibatasi, pesertanya pasti jauh lebih banyak. Karena itu kami tetapkan kuota 1.000 orang agar kegiatan ini tetap terkendali,” ujar KH Imam Buchori.

Selain diikuti ribuan peserta, longmarch bersejarah ini juga diikuti oleh keluarga besar Bani Kholil. Sejumlah tokoh nasional dan daerah tampak turut serta, di antaranya Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Bupati Bangkalan Lukman Hakim, Wakil Bupati Bangkalan Moh Fauzan Ja’far, Bupati Situbondo Yusuf Rio Prayogo, serta Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Abdul Halim.

Berita Terkait :  Polres Bojonegoro Gelar 'Gerakan Merah Putih untuk Negeri' Sambut HUT Ke-80 RI

Ketua Komisi D DPRD Jatim, Abdul Halim, yang ikut berjalan bersama peserta lainnya menilai kegiatan ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan batin untuk mengenang akar sejarah NU.

Menurutnya, napak tilas ini menjadi momentum meneguhkan kembali peran NU sebagai perekat persatuan bangsa. “Melalui kegiatan ini kita diajak memahami sejarah peradaban dan meneguhkan nilai-nilai jam’iyah NU yang sejak awal hadir sebagai pemersatu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Rangkaian napak tilas ini akan berlanjut menuju Pelabuhan Perak Surabaya, dilanjutkan ziarah ke Makam Sunan Ampel. Setelah itu, rombongan dijadwalkan singgah ke kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) pertama di Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan melalui Stasiun Gubeng menuju Jombang dan berakhir di Tebuireng.

Kegiatan ini menjadi penanda kuat bahwa estafet perjuangan ulama terus berlanjut lintas generasi. [lis.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru