24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Cara Pasir Putih Situbondo Tarik Minat Wisatawan, Lepas Ribuan Lampion di Malam Hari, Suguhkan Musik Akustik Ali Gardi dan Mayonk Band

Situbondo, Bhirawa.
Pengelola Wisata Pantai Pasir Putih, Situbondo, punya strategi jitu untuk menarik minat wisatawan ramai ramai berkunjung, terutama saat momen libur panjang Nataru kemarin. Yakni dengan cara melepas ribuan titik cahaya naik ke udara, membentuk pemandangan syahdu. Lampion-lampion warna-warni itu diterbangkan serentak oleh pengunjung, menjadi penanda pergantian tahun yang berbeda dan lebih hening namun sarat dengan bermakna.

Ya, wisata Pasir Putih mengadakan Festival Cahaya Laut, pada puncak perayaan malam tahun baru untuk pertama kalinya digelar di Pantai Pasir Putih. Hujan yang mengguyur kawasan pantai Pasir putih kala itu tak menyurutkan antusiasme pengunjung. Mereka bertahan, sebagian berteduh di warung-warung UMKM, menikmati kuliner khas Pasir Putih-mulai sate lalat hingga aneka kudapan hangat-sembari menunggu hujan reda.

Ketika gerimis berhenti, suasana pantai justru terasa semakin intim. Alunan musik akustik dari Ali Gardi dan Mayonk Band mengalir lembut, menyatu dengan debur ombak. Parkiran penuh, pengunjung membeludak. Ada yang menggelar tikar, bahkan mendirikan tenda kecil di tepi pantai. Sejumlah hotel dan penginapan di sekitar Pasir Putih juga penuh terisi.

Menjelang tengah malam, suasana kian hening. Hitungan mundur pergantian tahun pun dimulai. “Tiga… dua… satu… Selamat Tahun Baru! Lampion dapat diterbangkan!” demikian suara bergemuruh di bibir pantai Pasir Putih Situbondo.

Serentak, lampion-lampion dilepaskan ke langit. Dari bibir pantai, cahaya itu terbang perlahan, berlatar perahu-perahu nelayan yang berhias lampu kelap-kelip di tengah laut. Pemandangan yang membuat banyak pengunjung terdiam, menautkan harap pada setiap cahaya yang mengudara.

Berita Terkait :  Dirut PJT I Targetkan Penerima Manfaat TJSL Perusahaan Lebih Diperluas

Di balik momen tersebut, doa-doa dipanjatkan. Harapan agar tahun 2026 lebih baik, sekaligus doa untuk para korban bencana di Sumatra. Perayaan yang biasanya identik dengan hiruk-pikuk, malam itu berubah menjadi malam refleksi dan empati.

Koordinator Pengelola Wisata Pantai Pasir Putih Situbondo, Yogie Kripsian Sah, secara simbolis menyerahkan donasi dari pengunjung kepada BPBD untuk kemudian disalurkan kepada korban bencana. “Festival Cahaya Laut ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga wujud kepedulian. Cahaya lampion adalah doa dan harapan,” ujar pria yang juga Camat Bungatan itu.

Yogie menambahkan, Festival Cahaya Laut menjadi upaya mengangkat kembali daya saing Wisata Pasir Putih, khususnya di momen libur Natal dan Tahun Baru. “Ini pertama kalinya kami gelar. Kami optimistis, konsep yang berbeda dan bermakna ini akan menjadi daya tarik baru Pasir Putih,” katanya.

Pengunjung yang hadir tak hanya berasal dari Situbondo, tetapi juga dari Bondowoso, Probolinggo, Jember, hingga Surabaya. Nur Aini (27), pengunjung asal Jember, mengatakan momen menerbangkan lampion terasa jauh lebih menyentuh dibandingkan pesta kembang api. “Biasanya tahun baru ramai dan bising. Di sini justru tenang. Saat lampion naik, rasanya seperti ikut mengirim doa, bukan cuma bersenang-senang,” aku Nur Aini.

Galih (36), wisatawan lain dari Surabaya yang datang bersama keluarganya. Ia menilai Festival Cahaya Laut memberi pengalaman baru dalam menyambut pergantian tahun. “Anak-anak saya senang, tapi juga belajar empati. Kami menulis doa untuk korban banjir di Sumatra sebelum menerbangkan lampion. Ini perayaan yang punya makna,” sebut Galih.

Berita Terkait :  Direktur Utama PT SGN Monitoring Proses Produksi Gula di PG Pesantren Baru

Sementara itu Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mengimbau masyarakat untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih bijak dan tidak berlebihan, mengingat situasi duka yang tengah dialami saudara-saudara di Sumatra. “Pergantian tahun ini kita isi dengan doa dan empati. Semoga cahaya yang kita terbangkan malam ini menjadi harapan bagi sesama anak bangsa,” ungkap Mas Rio, sapaan karibnya.

Usai acara, aku Mas Rio, petugas kebersihan yang disiagakan langsung bergerak cepat menyisir area pantai dan perairan, memastikan lampion dan sampah tidak mencemari lingkungan. “Pasir Putih bukan hanya menyalakan cahaya di langit, tetapi juga menerbitkan doa di hati mereka yang hadir. Sebuah pesan sederhana dari Situbondo untuk Nusantara: di tengah duka, harapan tetap bisa diterbangkan bersama,” pungkas Mas Rio.[awi.ca]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru