24 C
Sidoarjo
Wednesday, February 4, 2026
spot_img

Doa Bersama di Malam Tahun Baru Berikan Kedamain pada Masyarakat Kabupaten Malang

Kab Malang, Bhirawa
Menyambut Tahun Baru 2026, masyarakat Kabupaten Malang tidak memeriahkannya dengan euforia pesta kembang api dan konvoi kendaraan bermotor, pertunjukkan musik, dan sound horeg. Namun dimeriahkan dengan doa bersama membaca Sholawat Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (SAW).

Karena bangsa Indonesia masih dalam kondisi duka, akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang tiga provinsi yakni Sumatera Barat (Sumbar), Sumatera Utara (Sumut, dan Aceh.
.
Hal ini sebagai bentuk empati terhadap masyarakat di sejumlah daerah yang terdampak bencana alam. Dalam bencana ini telah membawa korban jiwa yang mencapai ribuan orang meninggal dunia serta ratusan ribu orang terluka. Sehingga dengan keprihatinan itu, maka perayaan malam tahun baru 2026, dikemas dengan konsep berbeda.

Karena perayaan tahun ini tidak diwarnai euforia berlebihan, melainkan diisi dengan refleksi dan doa bersama. Dalam doa bersama tersebut digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dan masyarakat, di halaman luar Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Dalam momentum malam tahun baru, Bupati Malang HM Sanusi juga memberikan bantuan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, yang terjadi pada 1 Oktober 2022 silam. Doa bersama pada malam tahun baru 2026, hal ini wujud empati, solidaritas, dan rasa hormat Pemkab Malang kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar, Sumut, dan Aceh.

Berita Terkait :  Fraksi PDIP DPRD Jatim Sebut Desa Perlu Dikuatkan, Bukan Ditinggalkan

”Sekaligus mendoakan para korban Tragedi Kanjuruhan,” kata Bupati Malang HM Sanusi, Kamis (1/1), kepada wartawan.

Melalui doa yang dipanjatkan bersama, lanjut Sanusi, diharapkan para korban mendapatkan bencana alam dan korban Tragedi Kanjuruhan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa ta’ala (SWT) dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan, serta daerah yang terdampak bencana segera diberikan pemulihan dan keselamatan. Pergantian tahun juga sebagai sarana evaluasi atas perjalanan pengabdian kita, sekaligus menjadi titik tolak untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN)

”Kita dituntut untuk selalu siap menghadapi tantangan birokrasi yang ke depan akan semakin kompleks. Berbagai dinamika dan tuntutan terhadap tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel mengharuskan kita tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kekuatan spiritual serta karakter moral yang kokoh,” papar Sanusi.

Dengan doa bersama yang digelar Pemkab Malang, pada malam tahun baru, tegas Sanusi, maka ditiadakan pesta kembang api. Pergantian tahun dimeriahkan dengan doa bersama memberikan makna, dalam memeriahkan malam tahun baru, tidak harus dimeriahkan dengan euphoria dengan hura-hura.

”Tapi dengan berdoa bersama telah memberikan kedamaian dan ketenangan hati, tidak hanya pada kita sendiri, namun juga ditujukan kepada korban bencana alam di Sumatera dan korban Tragedi Kanjuruhan,” tandasnya. [cyn.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru