25 C
Sidoarjo
Tuesday, February 3, 2026
spot_img

Pemkab Bondowoso Pacu Penurunan Kemiskinan 2026 Lewat Strategi Terintegrasi

Bondowoso, Bhirawa
Pemerintah Kabupatn Bondowoso menegaskan komitmennya untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan secara terukur dan berkelanjutan pada Tahun Anggaran 2026.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Bondowoso yang dipimpin Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, bersama seluruh perangkat daerah, di Ruang Rapat Sabha Bina Praja, Selasa (30/12).

Dalam forum ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, memaparkan tiga tantangan utama yang masih dihadapi daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Tantangannya meliputi laju penurunan angka kemiskinan yang cenderung melambat, tingginya tingkat kerentanan masyarakat, serta disparitas atau ketimpangan yang masih sulit ditekan.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah menyiapkan strategi penanggulangan kemiskinan terintegrasi untuk tahun 2026. Strategi ini kata Fathur Rozi, dirancang untuk menyentuh akar persoalan, mulai dari pengurangan beban pengeluaran masyarakat melalui penguatan skema perlindungan sosial dan bantuan sosial yang lebih tepat sasaran.

Hingga peningkatan pendapatan masyarakat melalui dorongan inklusi keuangan, pelatihan keterampilan, perluasan akses permodalan, serta pembukaan akses pasar bagi potensi ekonomi lokal. Selain itu, Pemkab Bondowoso juga akan memfokuskan intervensi pada wilayah-wilayah dengan kantong kemiskinan yang masih tinggi.

Upaya ini dilakukan melalui perbaikan infrastruktur dasar, seperti sanitasi, penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), peningkatan konektivitas jaringan jalan dan jembatan, serta optimalisasi program padat karya yang menyerap tenaga kerja lokal.

Berita Terkait :  Ketua Komisi.X DPR: Revisi UU Sisdiknas Perkuat Posisi Pesantren dan Pendidikan Keagamaan

”Dari tiga strategi besar tersebut, akan dipetakan secara jelas perangkat daerah mana berbuat apa. Sesuai arahan Bupati, pada tahun 2026 angka kemiskinan wajib diturunkan secara terukur dan berkelanjutan,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i menyoroti adanya tantangan yang bersifat kontradiksi positif. Ia menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bondowoso saat ini menempati peringkat kedua di Jawa Timur.

Namun capaian itu, kata As’ad Yahya, harus diimbangi dengan penurunan angka kemiskinan yang lebih signifikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

”Melalui rapat TKPK ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan memiliki frekuensi yang sama dalam menerjemahkan kebijakan menjadi aksi nyata, guna mewujudkan Bondowoso yang lebih sejahtera,” tandasnya. [san.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru